TANGERANG, KOMPAS.com - Kawasan permukiman penduduk sangat rawan dari aksi kejahatan menjelang hingga pemudik meninggalkan Kota Tangerang. Oleh karenanya,Kepolisian Resor Metropolitan Kota Tangerang memperketat keamanan kawasan permukiman sejak seminggu menjelang lebaran dan hingga pemudik balik lagi atau arus balik.
"Keamanan di kawasan permukiman akan lebih ditingkatkan dari hari biasa. Anggota kami akan melakukan patroli selama 24 jam di kawasan permukiman penduduk," papar Kepala Polres Metropolitan Kota Tangerang, Komisaris Besar (Kombes) Hamidin, Minggu (6/9) menangapi kesiapan pengamanan Idul Fitri mendatang.
Hamidin menjelaskan, sebanyak 36 mobil patroli akan dikerahkan selama 24 jam di permukiman penduduk," kata Hamidin.
Selain patroli dari Polres, jelas Hamidin, pihaknya akan mengerahkan masing-masing empat satuan Samapta di setiap kepolisian sektor se-Kota Tangerang.
Rawan
Hamidin menjelaskan, kawasan permukiman rawan kejahatan saat penduduk meninggalkan rumah untuk mudik ke kemapung halaman mereka. "Dalam kondisi rumah yang kosong, menjadi kesempatan bagi kawanan perampok untuk melakukan aksi mereka," papar Hamidin.
Kapolres meminta agar masyarakat yang tidak mudik bisa ikut membantu kepolisian menjaga keamanan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Secara terpisah, Kepala satuan reserse dan kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metropolitan Kota Tangerang, Komisaris Polisi Budhi Herdi Susianto mengatakan, selain permukiman penduduk aksi kejahatan menjelang lebaran rawan terjadi di bank dan pertokoan emas.
"Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, transaksi perbankan dan pembelian perhiasan emas biasanya ramai di kunjung menjelang lebaran nanti. Meningkatnya transaksi ini dikhawatirkan tingkat kriminalitis akan terjadi," jelas Budhi.
Oleh karena itu, kata Budhi, puluhan anggota polisi dari Polres Metropolitan Kota Tangerang telah ditempatkan di bank-bank dan toko emas yang ramai dikunjung masyarakat.
Anggota Reskrim yang ditempatkan di lokasi-lokasi tersebut, kata Budhi, berpakain preman lengkap dengan senjata api.
Budhi juga menambahkan pihaknya juga siap memberikan pengawalan bagi warga atau perusahan yang ingin mengambil uang di bank untuk membayar tunjungan hari raya (THR) bagi karyawan. "Masyarakat tidak sungkan atau takut kami siap memberikan pengawalan tanpa dilakukan pemungutan bayaran," ujar Budhi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang