Tekuk Cile, Brasil Perlebar Peluang Argentina ke Afsel

Kompas.com - 10/09/2009, 11:05 WIB

BAHIA, KOMPAS.com — Kesebelasan Nasional Brasil kokoh di puncak klasemen Zona Amerika Latin dengan 33 poin seusai menggulung Cile 4-2 dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan (Afsel), di Stadion Pituacu, Kamis (10/9) pagi WIB. Hasil itu mencegah Cile mendapat kepastian lolos langsung ke Afsel sekaligus membuka peluang bagi Argentina untuk tampil ke putaran final Piala Dunia.

Sebelum pertandingan, Cile berada di tempat ketiga dengan 27 poin atau unggul lima poin dari Argentina di tempat kelima. Bila mereka bisa mengatasi Brasil, mereka akan keluar dari jangkauan Argentina dan memastikan diri sebagai tim Amerika Latin ketiga setelah Brasil dan Paraguay yang lolos ke Afrika Selatan.

Kondisi itulah yang membuat Cile begitu ngotot menghancurkan Brasil. Namun, Brasil yang sudah memastikan lolos ke Afsel, rupanya ogah memudahkan langkah Cile. Meski menurunkan sebagian besar pemain lapis kedua, Brasil tetap tampil serius dan perkasa.

Berbekal penguasaan bola dan permainan umpan cerdas, mereka mendikte permainan Cile sejak menit pertama. Meski mendapat perlawanan keras, mereka sanggup mengatasinya dan unggul lebih melalui Nilmar di menit ke-31. Ia menaklukkan kiper Claudio Bravo setelah berhasil meneruskan umpan Felipe Melo.

"Selecao" tak butuh waktu lama untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-40, giliran Julio Baptista yang mempermalukan Bravo. Ia mengoyak jala Cile setelah memanfaatkan umpan Dani Alves.

Tertinggal dua gol tak membuat Cile gentar. Mengandalkan kelincahan dan aksi individu, Cile berusaha keras membalas penghinaan Brasil. Saking kerasnya perlawanan itu, Brasil sampai terpaksa melakukan pelanggaran keras.

Sesaat sebelum turun minum, misalnya, pergerakan Alexis Sanchez yang berbahaya memaksa Melo memutuskan mengganjal lajunya di kotak penalti. Tanpa ampun, Jorge Larrionda menunjuk titik putih.

Humberto Suazo, yang melakukan eksekusi, berhasil melaksanakan tugas dengan baik. Tendangan kerasnya gagal dihalau Julio Cesar dan bersarang di jaring belakang gawangnya. Gol itu langsung disusul oleh peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Sesaat memasuki babak kedua, Melo memberikan kejutan buruk bagi Brasil. Ia mendapat kartu merah menyusul pelanggaran kerasnya kepada Sanchez.

Melihat lawan kehilangan darah, Cile semakin bersemangat melakukan penyerangan. Nyaris tanpa perlawanan, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui Humberto Suazo di menit ke-52. Ia menggetarkan jala Brasil seusai meneruskan umpan Jean Beausejour.

Setelah itu, Brasil mulai menata kembali pola permainannya. Pelatih Carlos Dunga memasukkan Diego Tardelli dan Elano untuk menggantikan Andre Santos dan Adriano.

Setelah beberapa saat, perubahan ini terlihat bisa mengatasi ketimpangan permainan Brasil. "Tim Samba" bahkan berhasil kembali unggul melalui Nilmar di menit ke-73. Memanfaatkan umpan Maicon, Nilmar kembali memaksa Bravo memungut bola dari gawangnya.

Ternyata, kejutan Brasil dan Nilmar tak berhenti di situ. Hanya berselang dua menit, Nilmar kembali memanfaatkan umpan Maicon untuk mencetak hattrick sekaligus membawa Brasil unggul 4-2.

Dengan sisa waktu 15 menit dan keunggulan jumlah pemain, Cile kembali berusaha mengejar ketinggalan. Namun, sebelum bisa memberikan ancaman, mereka malah terpaksa bermain dengan sepuluh orang, menyusul kartu kuning kedua yang diterima Sanchez.

Meski keadaan tidak menguntungkan, Cile tetap tak punya pilihan selain menyerang. Mereka pun nekat menyerang. Brasil yang sudah puas dengan kemenangan itu, tak mau meladeni ajakan berkelahi Cile. Mereka pun memfokuskan diri bertahan untuk meredam gempuran Cile.

Beberapa kali, melalui Jorge Valdivia dan Gary Medel, Cile masih sanggup memberikan perlawanan. Sayang, usaha mereka bermentalan membentur pagar betis pemain-pemain Brasil. Skor 4-2 untuk tuan rumah pun bertahan hingga peluit akhir.

Kekalahan itu membuat Cile tertahan di peringkat ketiga dengan 27 poin. Mereka pun gagal memastikan diri lolos ke putaran final sekaligus memperbesar peluang Argentina untuk lolos ke Afsel tanpa melalui jalur play-off.

Seandainya Cile menang maka hanya akan ada satu kursi di empat besar yang bisa direbut Argentina, yaitu milik Ekuador. Namun, karena Cile kalah maka masih ada dua kursi kosong yang bisa diambil Argentina, yaitu peringkat keempat yang diisi Ekuador (23 poin) dan posisi ketiga yang dihuni Cile (27).

Dengan 22 poin dan dua duel sisa, Argentina masih bisa mengejar perolehan poin peringkat keempat dari kedua tim itu. Tentu saja, "Tim Tango" tak boleh gagal meraih enam poin dari dua sisa itu.

Susunan pemain:
Brasil:
Cesar; Maicon, Luisao, Andre Santos (Elano  72), Miranda, Dani Alves; G Silva, Baptista, Melo; Adriano (Tardelli  70), Nilmar
Cile: Bravo; Ponce; Jara, Fernandez, Carmona, Millar (Isla  69), Vidal (Cereceda 48), Medel; Sanchez, Suazo (Valdivia  68), Beausejour

Hasil Lain:
Venezuela vs Peru (3-1)
Venezuela: Nicolas Fedor (32, 52)
                    Ronald Vargas (70)
Peru: Juan Jose Fuenmayor (bunuh diri 41)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau