Wisata kalimantan barat

"Heart of Borneo" di Taman Nasional Danau Sentarum

Kompas.com - 10/09/2009, 16:42 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kepala Taman Nasional Danau Sentarum, Soewignyo, mengatakan Oktober 2009, akan meluncurkan promosi paket wisata Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang telah ditetapkan sebagai "Heart of Borneo", atau jantung Kalimantan.

 "Kami memfokuskan promosi wisata ekologi di sekitar TNDS yang sangat unik untuk dikunjungi wisatawan mancanegara," kata Soewignyo, di Pontianak, Kamis (10/9).

Ia mengatakan, promosi paket wisata TNDS rencananya akan menggaet agen-agen wisata dari Bali sehingga target menggaet wisatawan dari Eropa dan Amerika Serikat bisa terwujud. "Banyak aktivitas penduduk sekitar TNDS yang menarik untuk dilihat secara langsung oleh wisatawan, seperti pemandangan alam yang masih unik, atraksi satwa, budidaya ikan toman, nelayan tradisional, pertanian dan aneka jenis fauna yang unik dan hanya ada di danau tersebut," katanya.

Soewignyo menjelaskan, ada beberapa paket yang akan ditawarkan pihaknya kepada wisatawan, yaitu menjala ikan, menebarkan benih ikan arwana. "Bagi wisatawan mancanegara yang berkeinginan membawa pulang bibit ikan arwana, mereka harus membeli dua, satunya untuk dilepas dan satunya lagi dibawa ke negara wisatawan itu," katanya.

Ia menargetkan, sekitar 500 wisatawan pada tahun 2010 berkunjung ke TNDS dengan perkiraan omzet sekitar Rp 5 miliar. "Promosi paket wisata TNDS ini untuk mendukung kunjungan wisata ke Kalbar tahun 2010 mendatang," ujarnya.

TNDS selama ini dikenal sebagai perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropis di Kalimantan. Danau musiman yang berada di TNDS terletak pada sebelah cekungan Sungai Kapuas, sekitar 700 kilometer dari muara yang menuju Laut Cina Selatan. Kawasan itu merupakan daerah tangkapan air, sebagai pengatur tata air bagi daerah aliran sungai (DAS) Kapuas. Daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.

Dari data World Wide Fund for Nature (WWF) Kalbar, TNDS memiliki ratusan jenis fauna, di antaranya mamalia (Mamal) sebanyak 147 jenis, hampir 64 persen mamalia di Kalimantan terdapat di TNDS, sebanyak 31 jenis reptilia (Reptil) salah satunya buaya katak (Crocodylus raninus) yang di  Asia telah dinyatakan punah sejak 500 tahun lalu, fauna jenis aves (burung) sebanyak 310, serta sebanyak 265 jenis ikan, dengan jumlah jenis ikannya lebih banyak dari semua jenis ikan air tawar di seluruh benua Eropa.

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki luas kawasan lindung, taman nasional dan hutan lindung sekitar 1.626.868 hektare atau 54,59 persen, kawasan budidaya hutan sekitar 764.543 hektare atau 25,65 persen dan kawasan budidaya pertanian bukan danau sekitar 588.481 hektare atau 19,75  persen, serta kawasan danau sekitar 17.925 hektar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalbar, Kamaruzzaman mengatakan pihaknya menargetkan bisa menggaet wisatawan manca negara ke provinsi itu sebanyak 26 ribu di tahun 2009. "Target itu kami naikkan sedikit dari kunjungan wisatawan manca negara sebanyak 22 ribu per tahun. Kami optimistis kunjungan wisatawan luar ke Kalbar meningkat. Kami harus mempersiapkan kunjungan wisata Kalbar tahun 2010 mendatang,"  katanya.

Kalbar tahun ini telah menyiapkan 30 kegiatan dan setidaknya 36 obyek wisata unggulan untuk menjaring wisatawan asing melalui program Visit Indonesia Year 2009.

Kegiatan-kegiatan pariwisata itu tersebar di 12 kabupaten/kota (kecuali kabupaten hasil pemekaran-red) dengan rentang waktu berbeda. Di antaranya, Cap Go Meh yang diperingati setiap awal tahun, peristiwa titik kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak setiap Maret dan September, Gawai Dayak, Festival Bumi Budaya dan Festival Meriam Karbit pada Hari Raya Idul Fitri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau