Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson di Jakarta, Kamis (10/9), mengemukakan, beberapa lahan yang sudah dibeli antara lain tersebar di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Pati (Jawa Tengah), dan Pekanbaru (Riau). Adapun lahan yang sedang dijajaki di antaranya di Lahat (Sumatera Selatan), Garut, Sukabumi (Jawa Barat), dan Pematang Siantar (Sumatera Utara). Lahan-lahan itu seluruhnya diperuntukkan bagi pembangunan rumah sederhana sehat (RSH). Pembelian lahan untuk rumah susun sederhana milik (rusunami) di wilayah kota besar, ujar Teddy, sulit dilakukan karena harga tanahnya sudah di atas Rp 1 juta per meter persegi. ”Lahan untuk pembangunan rusunami kini hanya mengandalkan sisa stok lahan Perumnas. Sulit membeli lahan baru untuk rusunami karena harga lahan di perkotaan mahal,” ujarnya. Stok lahan Perumnas untuk pengadaan perumahan kini tersisa 2.400 hektar di seluruh Indonesia. Kondisi itu merosot dibandingkan era 1990-an ketika stok lahan perumahan mencapai belasan ribu hektar. Teddy mengatakan, pihaknya berharap pemerintah mendorong pemanfaatan lahan kosong milik BUMN dan aset pemerintah untuk pembangunan rusunami dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Harga lahan untuk rusunami dipatok Rp 1 juta per meter persegi, sedangkan nilai aset tanah BUMN umumnya lebih tinggi. Target penjualan RSH dan rusunami Perumnas tahun 2009 sebanyak 12.000 unit. Hingga saat ini, 6.000 RSH dan 1.700 rusunami sudah diserahterimakan. Kesulitan pencarian lahan juga dikemukakan Chief Operating Officer The Pakubuwono Development Glen Hendra Gunadirdja. Proyek apartemen Pakubuwono yang dikhususkan bagi segmen konsumen kelas atas membutuhkan ekspansi lahan di pusat-pusat kota besar. Menurut Glen, lahan kosong di pusat kota DKI Jakarta masih cukup banyak tersedia, tetapi kerap tersangkut sengketa lahan. Kendala itu menyulitkan pengembang dalam melakukan ekspansi lahan. Dia mengharapkan pemerintah serius melakukan pembenahan data pertanahan dan legalitas kepemilikan lahan. ”Kalau pembenahan tidak dilakukan, dalam 20 tahun ke depan persoalan lahan semakin berat. Dampaknya, tak ada kepastian lahan dan investasi,” ujarnya. Proyek apartemen Pakubuwono yang dalam tahap pengerjaan adalah Pakubuwono View di Jakarta Selatan pada areal seluas 1,4 hektar. Perumnas kini menjajaki kerja sama dengan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia untuk pembangunan RSH di Jawa Timur. Pembangunan RSH itu ditujukan bagi TKI asal Jatim yang bekerja di Hongkong. Teddy mengatakan, pendapatan TKI di Hongkong rata-rata melampaui Rp 5 juta per bulan. Syarat mengajukan RSH itu di antaranya masa kerja sebagai TKI minimal tiga tahun. Harga jual RSH bagi TKI dipatok Rp 55 juta per unit dengan luas 27 meter persegi-36 meter persegi. Pembangunan RSH itu antara lain tersebar di Malang, Blitar, Kediri, Lamongan, dan Madiun. Meski demikian, skim pembiayaan belum dapat dipastikan menggunakan pola subsidi. Kerja sama pembangunan RSH juga dilakukan Perumnas dengan koperasi tenaga kerja bongkar muat. Tahun ini, ujar Teddy, pihaknya berencana membangun 572 unit RSH tipe 36 meter persegi bagi tenaga kerja bongkar muat di Medan, Sumut. Permintaan RSH bagi tenaga kerja bongkar muat di Medan mencapai 3.000 unit. Sisanya, akan dipenuhi pada tahun 2010. ”Pembangunan RSH bagi tenaga kerja bongkar muat potensial dikembangkan karena kebutuhan yang besar. Proyek ini akan dikembangkan di wilayah-wilayah sekitar pelabuhan di Indonesia,” ujar Teddy. Beberapa kota yang dibidik antara lain Makassar, Palembang, Jakarta, dan Surabaya.