NEW YORK, Kompas.com - Kim Clijsters boleh saja naik ke peringkat 19 dunia usai menjuarai AS Terbuka. Namun ia tetap menyesal tidak hadir dalam ulang tahun kakeknya yang ke 80.
Dalam hidup petenis asal Belgia ini, keluarga menempati prioritas utama. Itu sebabnya ia menyesal tidak bersama kakek neneknya saat hari ulang tahun kakeknya tersebut. "Hal-hal kecil seperti itu sangat istimewa. Kita tidak pernah tahu berapa waktu yang masih kita miliki," kata Clijsters.
Karena itula ia langsung pulang ke Belgia usai menjadi juara di Flushing Meadows. Clijsters tidak memiliki rencana untuk bermain dalam sebulan mendatang. Apalagi ia ingin mendampingi saudara perempuannya yang akan melahirkan dalam beberapa pekan ini.
"Menyenangkan sekali dapat mengatur sendiri jadwal hidup kita," kata Clijsters. "Bila saya merasa ada satu kejadian penting dan saya ingin hadir, maka saya akan berada di sana."
Kakek dan nenek Clijsters masih hidup dan tinggal berdekatan dengan rumahnya bersama suaminya Brian Lynch dan puterinya Jada Ellie yang baru berusia 18 bulan. Namun Clijsters sadar bahwa hidup itu fana, terutama setelah ia kehilangan ayahnya, Januari lalu.
Clijsters memang seorang yang sangat disiplin dalam waktu. Ia bangun pukul 7 pagi untuk memastikan makan dan minum buat Jada sudah siap sebelum puterinya tersebut bangun. Setelah itu ia berlatih selama beberapa jam hingga saat menyiapkan makan siang buat Jada. Saat puterinya itu tidur siang, Clijsters melakukan latihan peregangan dan latihan beban lainnya.
"Namun saat ini semuanya menjadi lebih sulit," kata Clijsters usai kemenangannya di AS Terbuka. Ia sadar akan selalu menjadi pusat perhatian publik Belgia. "Saya harap ini tidak akan berpengaruh banyak kepada Jada dan ia masih bisa memiliki kehidupan yang normal."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang