Sebelum Berlatih, Clijsters Periksa Susu Anaknya

Kompas.com - 15/09/2009, 10:33 WIB

NEW YORK, Kompas.com - Kim Clijsters boleh saja naik ke peringkat 19 dunia usai menjuarai AS Terbuka. Namun  ia tetap menyesal tidak hadir dalam ulang tahun kakeknya yang ke 80.

Dalam hidup petenis asal Belgia ini, keluarga menempati prioritas utama. Itu sebabnya ia menyesal tidak bersama kakek neneknya saat hari ulang tahun kakeknya tersebut. "Hal-hal kecil seperti itu sangat istimewa. Kita tidak pernah tahu berapa waktu yang masih kita miliki," kata Clijsters.

Karena itula ia langsung pulang ke Belgia usai menjadi juara di Flushing Meadows. Clijsters tidak memiliki rencana untuk bermain dalam sebulan mendatang. Apalagi ia ingin mendampingi saudara perempuannya yang akan melahirkan dalam beberapa pekan ini.

"Menyenangkan sekali dapat mengatur sendiri jadwal hidup kita," kata Clijsters. "Bila saya merasa ada satu kejadian penting dan saya ingin hadir, maka saya akan berada di sana."

Kakek dan nenek Clijsters masih hidup dan tinggal berdekatan dengan rumahnya bersama suaminya Brian Lynch dan puterinya Jada Ellie yang baru berusia 18 bulan. Namun Clijsters sadar bahwa hidup itu fana, terutama  setelah ia kehilangan ayahnya, Januari lalu.

Clijsters memang seorang yang sangat disiplin dalam waktu. Ia bangun pukul 7 pagi untuk memastikan makan dan minum buat Jada sudah siap sebelum puterinya tersebut bangun. Setelah itu ia berlatih selama beberapa jam hingga saat menyiapkan makan siang buat Jada. Saat puterinya itu tidur siang, Clijsters melakukan latihan peregangan  dan latihan  beban lainnya.

"Namun saat ini semuanya menjadi lebih sulit," kata Clijsters usai kemenangannya di AS Terbuka. Ia sadar akan selalu menjadi pusat perhatian publik Belgia. "Saya harap ini tidak akan berpengaruh banyak kepada Jada dan ia masih bisa memiliki kehidupan yang normal."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau