LYON, KOMPAS.com - Olympique Lyonnais melipat Fiorentina 1-0 di babak penyisihan grup Liga Champions, di Stadion Gerland, Rabu (16/9). Kemenangan tuan rumah ditentukan oleh gol Miralem Pjanic di menit ke-76.
Tidak mudah bagi Lyon memperoleh kemenangan tipis itu. Pasalnya, meski sejak awal tampil dominan, mereka kesulitan menembus permainan defensif dan keras Fiorentina.
Fiorentina sendiri sebetulnya bukannya tak ingin mencetak gol. Namun, jangankan menyerang, bertahan pun mereka kesulitan. Untuk mengurangi risiko kebobolan, mereka pun mulai memeragakan permainan keras.
Ternyata, upaya itu tidak menjadikan permainan Fiorentina membaik. Mereka malah memberi lawan kesempatan untuk mendapat bola-bola mati.
Suasana frustrasi pun dirasakan kedua kubu. Namun, karena masih mendominasi, Lyon masih bisa bersikap lebih dingin. Sebaliknya, Fiorentina yang terus tertekan semakin kesulitan mengkoordinasikan permainan.
Rasa frustrasi itu akhirnya mencapai puncak ketika Alberto Gilardino menyikut muka Jeremy Toulalan saat sedang berebut bola. Wasit pun menghadiahkan kartu merah kepadanya di akhir babak pertama.
Meski tak mendapat gol, diusirnya Gilardino merupakan keunggulan besar bagi Lyon. Dengan jumlah lawan yang berkurang, mereka semakin berpeluang untuk bisa mencetak gol di 45 menit kedua.
Memasuki babak kedua, Fiorentina mendapatk kesempatan pertama untuk menguasai bola. Mereka pun memanfaatkan momen ini untuk mencari gol cepat. Sayang, upaya mereka kandas di tengah jalan.
Memanfaatkan keunggulan jumlah, Lyon mencoba memperbaiki koordinasi permainan. Namun, mereka tetap kesulitan menembus lini tengah Fiorentina yang sudah memfokuskan diri untuk bertahan. Laju mereka pun sering tersendat, karena lawan terus bermain dengan keras.
Pada menit ke-50, misalnya, Gamberini menjatuhkan Lopez dengan keras. Untung saja, wasit tak memberikan kartu kuning kedua untuknya atas pelanggaran itu.
Melihat pasukannya mulai kerepotan mengatasi serangan Lyon, pelatih Fiorentina, Cesare Prandello memasukkan Stevan Jovetic menggantikan Adrian Mutu di menit ke-57.
Perubahan itu memang mengurangi daya gedor Fiorentina. Namun, mereka semakin mampu membangun pertahanan solid yang membuat Lyon kesulitan menembus daerah kotak penalti.
Toh, kesulitan itu tak membuat Lyon patah. Mereka dengan tekun terus mencari cara membongkar benteng Fiorentina. Ketekunan itu akhirnya membuahkan gol di menit ke-76, yang dicetak oleh Miralem Pranjic. Ia membobol gawang Frey dengan memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Kallstrom yang berhasil ditepis Frey.
Gol itu semakin menenangkan Lyon. Mereka pun mulai tampak lebih tenang dalam membangun serangan. Setelah kutak-kutik di lapangan tengah, Lyon akhirnya berhasil menembus benteng Fiorentina dan menciptakan peluang di menit ke-83 melalui Lisandro Lopez dan Sidney Gavou. Sayang, tembakan akurat kedua pemain itu berhasil dikuasai dengan sempurna oleh Frey.
Fiorentina masih belum bangkit ketika Lyon kembali mengancam di menit ke-90 melalui Kallstrom. Saat itu, dari luar kotak penalti, Kallstrom melepaskan tendangan keras ke tengah gawang Fiorentina, yang lagi-lagi masih bisa ditangkap Frey.
Kedua kubu belum lagi membuat pergerakan berarti ketika wasit meniupkan peluit panjang. Skor 1-0 untuk tuan rumah pun tetap terpampang di papan skor seiring langkah para pemain menuju ruang ganti.
Susunan pemain:
Lyon: Lloris; Toulalan, Cris, Cissokho, Reveillere; Kallstrom, Makoun, Bastos (26), Pjanic (Ederson 81); Lopez, Gomis (Delgado 69)
Fiorentina: Frey; Dainelli, Gamberini, Gobbi, Comotto; Montolivo, Donadel, Vargas, Marchionni (Santana 72); Mutu (Jovetic 57), Gilardino
Klasemen Grup E
1. Lyon 1 1 0 0 3
2. Liverpool 1 1 0 0 3
3. Debrecen 1 0 0 0
4. Fiorentina 1 0 0 0
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang