SUBANG, KOMPAS.com - Hingga pukul 22.30, kepadatan lalu lintas mulai terjadi di jalur pantura antara simpang Jomin di Cikampek dan pertigaan Cikalong perbatasan Subang dan Karawang, Jawa Barat. Antrean kendaraan mencapai 8 kilometer. Kendaraan hanya bergerak dengan kecepatan 10-20 km per jam atau berhenti sama sekali. Penyebab kemacetan adalah bertemunya arus pemudik sepeda motor di jalur alternatif Tanjungpura-Cikalong dengan arus kendaraan di jalur utama pantura. ”Pemudik sepeda motor sengaja kami alihkan lewat jalur itu untuk mengurangi kepadatan jalur pantura,” tutur Kepala Satlantas Polres Karawang Ajun Komisaris Dody F Sanjaya. Sistem buka tutup sudah diterapkan setiap satu jam di pertigaan Cikopo setelah Gerbang Tol Cikopo. Saat arus ke pantura padat, kendaraan dialihkan ke arah Sadang-Purwakarta. Dari Sadang, Subang, dilaporkan, sekitar pukul 22.10 terjadi kepadatan di perempatan Sadang karena pertemuan dua arus besar pemudik dari Gerbang Tol Sadang dan limpahan dari pengalihan arus di pertigaan Cikopo. Kepadatan diperparah karena banyak angkot berhenti sembarangan di depan pusat perbelanjaan Sadang Terminal Square. Saat kepadatan mencapai puncak, selama lima menit arus kendaraan dialihkan menuju arah kota Purwakarta. Dari sana, pemudik melanjutkan perjalanan melalui jalur alternatif Wanayasa-Jalancagak Subang. Sementara jalur alternatif Sadang-Kalijati-Subang masih lancar dan memungkinkan memacu kendaraan hingga 80 km per jam. Berdasarkan pantauan di Pamanukan dan pertigaan Celeng di Lohbener hingga pukul 22.30, arus lalu lintas masih lancar. Kendaraan bisa melaju dengan kecepatan 60 km per jam. Khusus untuk jalur Lohbener-Jatibarang telah dibuat satu arah, tetapi pemudik harus berhati-hati mengingat masih banyak pengendara sepeda motor berjalan dari arah berlawanan. Calon penumpang kereta api kelas ekonomi, kemarin, memadati Stasiun Senen, Jakarta. Jumlah mereka mencapai sekitar 25.000 orang sehingga PT Kereta Api memberangkatkan 12 kereta api tambahan ekonomi tujuan kota di Jawa bagian timur dan tengah. Ribuan calon penumpang memadati stasiun tersebut. Umumnya mereka duduk dan tiduran di seluruh areal peron. Ada pula yang menikmati hiburan musik yang disediakan pihak stasiun. Di Stasiun Gambir, ratusan calon penumpang kereta api menggelar tikar dan koran di lobi stasiun untuk mengantre membeli tiket kereta kelas bisnis tanpa tempat duduk jurusan Surabaya. Mereka antre sejak pukul 04.00, padahal loket baru dibuka mulai pukul 13.00 dan dalam tempo 30 menit tiket ludes. Sementara itu, jumlah penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta belum ada kenaikan, tetapi banyak calon penumpang menukar jadwal keberangkatan menjadi lebih awal. Penumpang Mandala yang mengubah jadwal tiket sebanyak 684 orang, sedangkan calon penumpang Garuda Indonesia yang ingin berangkat lebih awal mencapai 200-300 orang. Garuda menyediakan pesawat berbadan lebar untuk mengantisipasi permintaan perpindahan keberangkatan. Kemarin, sebanyak 179 penerbangan terlambat berangkat. (ILO/THT/NIT/HEN/BEN/REK/ANG/GAL/MKN/HAN/WHY/RAZ)