Calon Wakil Ketua DPR Partai Golkar Disaring Tim 6

Kompas.com - 18/09/2009, 21:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pengurus Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Penasehat Partai Golkar, yang memiliki pengalaman di legislatif untuk menjadi calon Wakil Ketua DPR dan MPR.

Dengan kesempatan tersebut, maka calon Wakil Ketua DPR dan MPR asal Partai Golkar akan banyak bermunculan. Untuk menyeleksi banyak calon tersebut, DPP Partai Golkar membentuk Tim Enam yang terdiri dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Sekretaris Partai Golkar dan beberapa anggota DPP Partai Golkar. Tim inilah yang menyeleksi banyaknya calon Wakil Ketua DPR menjadi daftar singkat.

Dari daftar singkat itulah, yang kemudian diseleksi oleh Tim 6 yang dipimpin Jusuf Kalla. Selanjutnya, Tim itulah yang akan menentukan mekanisme pemilihan. Selain aklamasi, penghitungan voting maupun penghitungan.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Tohari saat ditanya tiga wartawan, seusai menghadiri rapat pleno DPP Partai Golkar di rumah dinas Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (17/9) tengah malam.

"Dengan perluasan kesempatan itu, akan semakin banyak kader yang akan mendaftar sebagai calon Ketua DPR. Calon inilah yang disaring oleh tim enam yang dipimpin Pak Kalla," tandas Hajriyanto, yang juga ikut mendaftar sebagai calon Ketua DPR.

Sejauh ini, tercatat ada delapan nama calon Ketua DPR maupun MPR yang disebut-seb ut telah mendaftarkan diri. Mereka adalah delapan orang mendaftar untuk posisi Wakil Ketua DPR. Mereka adalah Priyo Budi Santoso, Burhanuddin Napitupulu, Agus Gumiwang Kartasasmita, Enggartiasto Lukita, Airlangga Hartarto, Rully Chairul Azwar, dan Hajriya nto Y Thohari.

Menurut Hajriyanto, anggota Tim 6 adalah Kalla, Agung Laksono, Soemarsono, Syamsul Mu'arif, Muladi dan Andi Mattalatta. "Pleno memilih Wakil Ketua DPR asal Partai Golkar akan dilakukan setelah Lebaran, kalau tidak tanggal 27 September, ya tanggal 28 September," jelas Hajriyanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau