JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pengurus Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Penasehat Partai Golkar, yang memiliki pengalaman di legislatif untuk menjadi calon Wakil Ketua DPR dan MPR.
Dengan kesempatan tersebut, maka calon Wakil Ketua DPR dan MPR asal Partai Golkar akan banyak bermunculan. Untuk menyeleksi banyak calon tersebut, DPP Partai Golkar membentuk Tim Enam yang terdiri dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Sekretaris Partai Golkar dan beberapa anggota DPP Partai Golkar. Tim inilah yang menyeleksi banyaknya calon Wakil Ketua DPR menjadi daftar singkat.
Dari daftar singkat itulah, yang kemudian diseleksi oleh Tim 6 yang dipimpin Jusuf Kalla. Selanjutnya, Tim itulah yang akan menentukan mekanisme pemilihan. Selain aklamasi, penghitungan voting maupun penghitungan.
Hal itu diungkapkan Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Tohari saat ditanya tiga wartawan, seusai menghadiri rapat pleno DPP Partai Golkar di rumah dinas Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (17/9) tengah malam.
"Dengan perluasan kesempatan itu, akan semakin banyak kader yang akan mendaftar sebagai calon Ketua DPR. Calon inilah yang disaring oleh tim enam yang dipimpin Pak Kalla," tandas Hajriyanto, yang juga ikut mendaftar sebagai calon Ketua DPR.
Sejauh ini, tercatat ada delapan nama calon Ketua DPR maupun MPR yang disebut-seb ut telah mendaftarkan diri. Mereka adalah delapan orang mendaftar untuk posisi Wakil Ketua DPR. Mereka adalah Priyo Budi Santoso, Burhanuddin Napitupulu, Agus Gumiwang Kartasasmita, Enggartiasto Lukita, Airlangga Hartarto, Rully Chairul Azwar, dan Hajriya nto Y Thohari.
Menurut Hajriyanto, anggota Tim 6 adalah Kalla, Agung Laksono, Soemarsono, Syamsul Mu'arif, Muladi dan Andi Mattalatta. "Pleno memilih Wakil Ketua DPR asal Partai Golkar akan dilakukan setelah Lebaran, kalau tidak tanggal 27 September, ya tanggal 28 September," jelas Hajriyanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang