JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan rumah yang terkena bencana gempa, dijadwalkan dimulai oleh Habitat for Humanity Indonesia pada awal Oktober 2009, bertepatan dengan peringatan Hari Habitat Sedunia. Demikian diungkapkan Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Tri Budiardjo, Rabu (23/9).
Program penggalangan dana untuk membantu para pengungsi yang terkena gempa Jawa Barat 2 September 2009 lalu, terus dilakukan Habitat for Humanity Indonesia, satu satunya LSM di Indonesia yang berfokus di bidang perumahan.
Tahap pertama program ini adalah membantu 1.000 keluarga di daerah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk membangun kembali rumah-rumah, sekolah dan program mitigasi bencana pada masa mendatang. Program perumahan yang dibantu dalam program ini memiliki konsep rumah inti seluas 18 meter persegi. Bila ada bantuan lain dari pemerintah, bantuan itu dapat digunakan untuk memperluas rumah mereka.
Di lima desa yang direncanakan dibantu Habitat for Humanity Indonesia, terdapat lebih dari 15.000 rumah yang hancur, rusak berat dan rusak ringan, serta 54 sekolah yang rusak akibat gempa. Jumlah pengungsi diperkirakan lebih dari 30.000 jiwa yang tersebar di tenda-tenda pengungsian dan tempat lainnya.
Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia Tri Budiardjo mengungkapkan, kerusakan rumah rumah di Pangalengan sangat besar. Kondisi cuaca pada siang hari sangat panas dan cuaca malam hari sangat dingin. Ini karena letaknya di dataran tinggi di perkebunan teh.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama dengan kami, membantu para keluarga yang terkena bencana ini agar mereka dapat kembali ke rumah masing-masing. Sesuai motto Habitat for Humanity Indonesia ‘Membangun Rumah, Membangun Harapan’, kami berharap dengan kembalinya mereka ke rumah masing masing, harapan untuk masa depan bisa terbangun kembali,” katanya.
Habitat for Humanity Indonesia adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi mengurangi kemiskinan melalui pembangunan rumah sederhana, layak huni serta terjangkau bagi keluarga–keluarga berpendapatan rendah serta bagi keluarga yang terkena bencana alam.
Berdiri di Amerika tahun 1976 dan di Indonesia tahun 1997, Habitat ada di lebih dari 100 negara, mengajak berbagai orang dari berbagai latar belakang, ras dan agama untuk bersama – sama membangun rumah bagi keluarga yang membutuhkan.
Habitat memiliki delapan kantor afiliasi di kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Batam, Manado, Medan dan Denpasar. Habitat for Humanity Indonesia yang didukung sukarelawan dan masyarakat simpatisan, telah membantu 20.000 korban bencana dalam berbagai program tanggap bencana , antara lain 5.000 keluarga korban bencana Tsunami Aceh tahun 2004, lebih dari 1.000 korban Gempa Bumi Yogyakarta tahun 2006, dan lebih dari 1.000 keluarga korban Banjir Jakarta 2007.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang