"Perang Saudara" tak Terelakkan

Kompas.com - 23/09/2009, 19:30 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Pertarungan antara sesama pemain Indonesia di babak kedua Jepang Terbuka Super Series 2009, Kamis (24/9), tak terelakkan. Ada dua partai di nomor ganda putra yang akan mempertemukan para pemain dari Tanah Air, untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

"Perang saudara" itu bakal terjadi ketika dua pasangan dari Pelatnas Cipayung, Mohammad Ahsan/Bona Septano bertemu Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan. Kemudian, ganda putra nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan, ditantang pasangan gado-gado Amerika Serikat/Indonesia, Halim Haryanto Ho/Flandy Limpele.

Ahsan/Bona lolos ke babak kedua setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah Rei Sato/Shu Wada dengan straight set 21-19 21-13. Sementara itu, Yonathan/Rian mendapat tiket gratis ke babak 16 besar ini, karena pasangan Korea yang merupakan unggulan ketiga, Jun Jae Sung/Lee Yong Dae, mengundurkan diri.

Di nomor ganda putra ini, Indonesia meloloskan total lima pasangan. Selain Kido/Hendra, Halim/Flandy, Ahsan/Bona dan Yonathan/Rian, masih ada dua pasangan bekas pelatnas, yaitu Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi serta unggulan delapan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan.

Luluk/Joko lolos setelah mengalahkan kompatriotnya yang merupakan pasangan kakak-beradik, Candra Wijaya/Rendra Wijaya, dengan 20-22 21-17 21-9. Sementara itu Alvent/Hendra AG dengan mudah menyingkirkan pasangan tuan rumah Yoshiteru Hirobe/Hajime Komiyama 21-15 21-15.

Sedangkan di sektor ganda campuran, Indonesia menempatkan empat wakil. Nova Widianto/Liliyana Natsir yang langsung tampil di babak kedua, akan bertemu pemain Jepang Takeshi Kamura/Koharu Yonemoto, kemudian Candra Wijaya (Indonesia)/Anastasia Russkikh (Rusia) menantang pasangan Denmark peraih gelar Kejuaraan Dunia 2009, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (unggulan 5).

Dua pasangan yang lain adalah Vita Marissa/Hendra AG dan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita. Vita yang tahun lalu menjadi juara di turnamen ini--waktu itu berpasangan dengan Muhammad Rijal--, bersama Hendra AG bakal menghadapi tembok kokoh China, karena melawan unggulan kedua yang merupakan juara Indonesia Terbuka Super Series, Zheng Bo/Ma Jin.

Sementara itu, Devin/Lita mendapat tiket perempat final dengan cuma-cuma. Tanpa mengeluarkan keringat, pasangan pelatnas ini lolos ke babak delapan besar, karena calon lawan mereka asal Korea yang merupakan unggulan utama, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, mundur.

Dari nomor ganda putri, dua pasangan Indonesia langsung tampil di babak kedua, yaitu unggulan keempat Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, dan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang merupakan unggulan keenam.

Nitya/Greysia akan menghadapi Petya Nedelcheva/Anastasia Russkikh setelah pasangan campuran Bulgaria/Rusia ini menang 21-16 21-14 atas pasangan Korea Jang Ye Na/Kim Mi Young. Sedangkan Shendy/Meiliana bertemu pasangan Jepang Shizuka Matsuo/Mami Naito, yang mengalahkan pasangan Singapura Shinta Mulia Sari/Yao Lei dengan 21-13 24-22.

Empat wakil tampil di nomor tunggal

Dari sektor tunggal, Indonesia hanya meloloskan empat wakilnya, terdiri dari tiga tunggal putra dan satu tunggal putri. Dua pemain telah tersingkir, yaitu Ahmad Rivai dan Maria Kristin Yulianti.

Ahmad yang maju ke babak utama setelah lolos dari babak kualifikasi, tak mampu melewati adangan pemain China, Chen Long. Sementara itu, Maria Kristin yang diharapkan bisa melangkah lebih jauh lagi, justru tak berdaya menghadapi pemain muda China, Wang Xin, dengan dua set langsung.

Hal sebaliknya terjadi pada Adriyanti Firdasari. Di luar dugaan, Firdasari membuat kejutan yang mencengangkan, karena dia berhasil menyingkirkan pemain nomor satu dunia, Zhou Mi, dalam duel selama tiga set. Selanjutnya, Firdasari akan berjumpa dengan pemain Jerman Nicole Grether.

Sementara itu, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat dan Simon Santoso, melewati babak pertama dengan kemenangan yang mudah. Mereka bertiga hanya perlu bermain dua set untuk menaklukkan musuh-musuhnya.

Namun di babak kedua nanti, lawan berat sudah menanti. Sony dan Taufik mungkin masih menjadi favorit untuk melangkah ke perempat final, karena mereka melawan pemain non-unggulan. Sony bertemu Chen Long dan Taufik menghadapi pemain Inggris, Andrew Smith.

Akan tetapi, Simon sudah harus menghadapi jalan yang terjal. Tunggal nomor dua di pelatnas tersebut bakal menghadapi pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei. Walaupun demikian, kejutan bisa saja terjadi seperti ketika Firdasari mengalahkan Zhou Mi.

- Jadwal babak kedua Jepang Super Series 2009, Kamis (24/9)--khusus pemain Indonesia

Tunggal putra
(1) Lee Chong Wei (Malaysia) vs Simon Santoso
(5) Sony Dwi Kuncoro vs Chen Long (China)
(4) Taufik Hidayat vs Andrew Smith (Inggris)

Tunggal putri
Adriyanti Firdasari vs Nicole Grether (Jerman)

Ganda putra
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan vs Halim Haryanto Ho (Amerika Serikat)/Flandy Limpele (Indonesia)
(4) Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) vs Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi
(8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan vs Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo (Korea)
Mohammad Ahsan/Bona Septano vs Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan

Ganda putri
(6) Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii vs Petya Nedelcheva (Bulgaria)/Anastasia Russkikh (Rusia)
Shizuka Matsuo/Mami Naito (Jepang) vs (4) Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari

Ganda campuran
Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita vs (1) Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea)--menang WO
(3) Nova Widianto/Liliyana Natsir vs Takeshi Kamura/Koharu Yonemoto (Jepang)
Candra Wijaya (Indonesia)/Anastasia Russkikh (Rusia) vs (5) Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark)
Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa vs (2) Zheng Bo/Ma Jin (China)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau