Kader di Papua: "Kembalikan Kejayaan Golkar Bersama Surya Paloh"

Kompas.com - 24/09/2009, 18:00 WIB

 JAYAPURA, KOMPAS.com - Ribuan kader Partai Golkar menghadiri deklarasi pencalonan Surya Paloh sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar di Gedung Olah Raga (GOR) Cendrawasih, Jayapura, Papua, Kamis (24/9) petang.

Ribuan kader yang datang dari berbagai wilayah di Provinsi Papua telah memadati GOR sejak Kamis siang. Bahkan, saat Surya Paloh dan rombongan tiba di Jayapura, mereka menggunakan berbagai jenis kendaraan roda empat dan sepeda motor mengarak Surya Paloh dari Bandara Sentani menuju GOR Jayapura.

Di dalam gedung, ribuan kader yang sebagian besar mengenakan kaos warna putih kombinasi lengan kuning itu sudah memadati ruangan dan tribun GOR.  Kaos yang mereka kenakan bertuliskan "Kembalikan Kejayaan Golkar Bersama Surya Paloh". Di dalam gedung itu, kader Golkar juga mengibarkan poster bergambar Surya Paloh.

Deklarasi itu juga dihibur  penyanyi dangdut Kristina dan penampilan seni seruling tambur.

Acara deklarasi diwarnai pernyataan sikap dukungan sejumlah DPD Golkar tingkat II di Bali, NTB dan NTT bagi Surya Paloh pada Munas Golkar di Riau, 4-7 Oktober mendatang.

Kandidat Ketum Partai Golkar Surya Paloh mulai Kamis melakukan "roadshow" ke beberapa daerah untuk menguatkan dukungan bagi pencalonannya pada Munas Partai Golkar di Pekanbaru.

Setelah Papua, Surya Paloh yang juga Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar itu akan melakukan pertemuan dengan beberapa pengurus DPD Golkar antara lain Sulsel, Jateng, Sumsel, Sumbar dan Kalbar.

 Pertemuan Surya Paloh dengan kader dan pengurus Golkar di Papua berlangsung di tengah mencuatnya mosi tak percaya pengurus DPD tingkat II terhadap pengurus DPD tingkat I Golkar.

Mosi tak percaya mencuat karena adanya dugaan pemaksaan yang dilakukan oknum pengurus DPD tingkat I Golkar agar mendukung anggota Dewan Penasihat Golkar Aburizal Bakrie atau Ical, sedangkan pengurus DPD II Golkar mendukung Surya Paloh.

Selain Surya Paloh dan Ical, kandidat lain yang disebut-sebut memiliki peluang menjadi ketua umum Golkar mendatang menggantikan Jusuf Kalla adalah tokoh muda Golkar Yuddy Chrisnandi dan putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau