TOKYO, KOMPAS.com - Pupuslah harapan Indonesia untuk merebut gelar di nomor ganda campuran turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Dua wakil Tanah Air yang tampil di babak semifinal, Sabtu (26/9), tersingkir.
Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa yang tampil di lapangan 1 menyerah dua set langsung, 18-21 16-21 dari pasangan Thailand Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul. Kekalahan serupa juga dialami Nova Widianto/Liliyana Natsir yang tampil di lapangan 2, karena ditaklukkan pemain Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan 18-21 12-21.
Dengan demikian, final ganda campuran turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS tersebut akan mempertemukan Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaiku dan unggulan keenam dari Denmark tersebut, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.
Jalannya pertandingan
Nova/Liliyana yang menjadi unggulan ketiga turnamen ini mengawali pertandingan dengan sangat baik dan meyakinkan. Kecermatan dan akurasi pukulan pasangan peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 tersebut membuat mereka langsung unggul 6-0, dilanjutkan dengan 10-4.
Namun setelah itu, permainan mereka menjadi sangat kendur. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Fischer Nielsen/Pedersen untuk bangkit, dan mereka bisa menyapu enam poin secara beruntun untuk menyamakan kedudukan menjadi 10-10.
Setelah itu, kendali permainan dipegang oleh pasangan Denmark tersebut. Mereka selalu memimpin perolehan poin, dan setelah kedudukan 15-15, Fischer Nielsen/Pedersen semakin kencang melaju hingga menang 21-18.
Di game kedua, performa Nova/Liliyana benar-benar anjlok. Kesalahan sendiri yang kerab dibuat pasangan ini memberikan keuntungan yang sangat besar bagi lawan, sehingga dengan mudah unggul 7-1.
Situasi ini membuat Nova/Liliyana tertekan, sebaliknya Fischer Nielsen/Pedersen berada di atas angin. Pasangan Denmark itu pun tak menyia-nyiakan momentum untuk meraih kemenangan, karena mereka tampil sangat konsisten dan selalu menekan. Alhasil, Fischer Nielsen/Pedersen dengan mudah mengakhiri set kedua dengan kemenangan 21-12.
Selanjutnya, Fischer Nielsen/Pedersen bertemu pasangan Thailand Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul di final yang akan berlangsung Minggu (27/9). Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul tampil menawan dan tak memberikan kesempatan kepada Hendra AG/Vita untuk mengembangkan permainannya.
Selama pertandingan yang berlangsung dua set itu, Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul selalu unggul dalam pengumpulan poin. Di set pertama, Hendra AG/Vita hanya mampu menyamakan skor 14-14, tetapi setelah itu mereka terus tertinggal dan kalah 18-21.
Tak jauh berbeda dengan sebelumnya, pada set kedua pun Hendra AG/Vita tak pernah memimpin perolehan poin selepas keunggulan 9-8. Karena setelah disamakan, Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul tak terbendung lagi untuk terus mengumpulkan angka hingga menang 21-16.
Dengan kegagalan ini, maka Indonesia harus melupakan impian meraih gelar di nomor ganda campuran. Padahal, harapan itu sempat terkuak karena ada dua wakil yang tampil di babak empat besar.
Sedangkan bagi Vita, kekalahan ini membuat dia gagal mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu. Waktu itu, mantan pemain Pelatnas Cipayung tersebut berpasangan dengan Muhammad Rijal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang