Lebih Baik Plt dari Internal KPK

Kompas.com - 26/09/2009, 14:24 WIB

 

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengamat hukum dan para pegiat antikorupsi berpendapat, pelaksana tugas sementara (Plt) 3 pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang tengah tersangkut masalah hukum, sebaiknya berasal dari kalangan internal KPK sendiri. Hal itu disampaikan Pakar Hukum UI Hikmahanto Juwana dan Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho, pada diskusi "Kontroversi Perpu Plt Pimpinan KPK", Sabtu ( 26/9 ), di Jakarta.

 

Hikmahanto menyebutkan, setidaknya ada 3 kelompok yang harus diperhatikan Tim 5 dalam memilih Plt pimpinan KPK. Tiga kelompok itu adalah dari internal KPK, mantan pimpinan KPK dan mereka yang pernah mengikuti fit and proper test pimpinan KPK.

 

"Kalau memilih diluar 3 kelompok itu, akan menimbulkan polemik di masyarakat," kata Hikmahanto.

 

Plt dari internal, diyakini tidak akan menimbulkan resistensi dari Presiden dan masyarakat. Akan tetapi, Hikmahanto enggan menyebutkan siapa saja sosok yang pas menggantikan Antasari cs untuk sementara waktu.

 

Nama-nama Plt-nya, menurut dia, bisa diusulkan oleh dua pimpinan tersisa yaitu M. Jasin dan Haryono Umar. "Kalau dari kalangan internal atau mantan KPK, kan bisa langsung bekerja dan sudah tahu ritmenya," kata dia.

 

Senada dengan Hikmahanto, menurut Emerson, kandidat dari internal atau mantan pimpinan KPK, memenuhi syarat yang diajukan oleh Tim 5. "Tim 5 kan menghendaki calon yang tidak memiliki cacat atau penolakan dari publik," kata Emerson.

 

Salah satu anggota Tim 5, Adnan Buyung Nasution menyebutkan, 3 Plt bisa berasal dari kalangan mana saja bik kepolisian, jaksa ataupun advokat. Tim 5 sendiri mengaku sudah mengantongi nama-nama kandidatnya. Sementara itu, rumor yang beredar, para kandidat yang akan menggantikan Plt pimpinan KPK, diantaranya mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto dan pejabat kejaksaan Wisnu Subroto.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau