Kanselir Angela Merkel Tetap Berkuasa

Kompas.com - 28/09/2009, 01:51 WIB

BERLIN, KOMPAS.com-Kanselir Jerman Angela Merkel mengalahkan menteri luar negerinya untuk tetap menduduki masa jabatan empat tahun ke depan. Demikian hasil exil polls pemilu yang diumumkan jaringan televisi Jerman NTV, Senin (28/9).

NTV melaporkan partai Uni Demokratik Kristen milik Merkel yang berhaluan tengah kanan memperoleh 33,7 persen suara. Sementara itu partai Demokrat Sosial milik Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier yang berhaluan tengah kiri memperoleh 23,4 persen suara.

"Tidak hanya Anda yang bahagia, saya juga sangat bahagia," kata Merkel di depan para pendukungnya di markas partainya. "Saya telah mencapai sesuatu yang hebat. Kami berhasil. Kami meraih tujuan pemilu, untuk mempertahankan stabilitas mayoritas di Jerman dan pemerintahan baru dengan koalisi baru." Massa pendukungnya pun berteriak,"Angie, Angie, Angie."

Sedangkan Steinmeier mengakui apa yang ia sebut sebagai "kekalahan pahit" bagi Demokrat Sosial. "Pemilih telah menentukan, dan hasil ini adalah hari buruk," kata Steinmeier dalam pidato di depan pendukungnya.

Dengan hasil mayoritas, Merkel, pemimpin wanita pertama Jerman dan satu-satunya kanselir dari timur yang bekas komunis, akan memimpin lagi untuk masa empat tahun.

Berdasarkan penghitungan hasil pemilihan yang rumit di Jerman, gabungan suara kubu Merkel dan mitranya yang mencapai 48 persen sudah cukup menempatkan mereka di posisi teratas.

Koalisi tengah-kanan pernah memerintah Jerman selama 28 dari 60 tahun sejak republik pasca perang itu didirikan. Keduanya terbiasa dalam konstalasi politik Jerman.

Merkel (55) yang oleh majalah Forbes disebut sebagai wanita paling berpengaruh di atas planet selama empat tahun pemerintahan, mengatakan Jerman yang merupakan eksporter nomor dua terbesar di dunia dan dilanda krisis global memerlukan satu pemerintahan tengah-kanan guna mengakhiri penurunan ekonomi pasca-perang.

Koalisi baru Merkel akan menghadapi sejumlah masalah domestik seperti pengangguran, perawatan kesehatan, pendidikan dan sistem keamanan sosial yang perlu direformasi.

Di luar negeri, tantangan utama adalah Afganistan, tempat Jerman telah mengerahkan sekitar 4.200 serdadu di bawah pimpinan NATO yang bertempur selama delapan tahun melawan Taliban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau