Usulan Produk Unggulan Otomotif Dikenakan PPnBM 10 Persen

Kompas.com - 28/09/2009, 08:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengesahan DPR terhadap peningkatan titik maksimal pajak penambahan nilai barang mewah (PPnBM), dari 75 menjadi 200 persen, membuat beberapa sektor industri nasional, salah satunya otomotif, bakal kelabakan. Muncul usulan baru, untuk setiap produk otomotif yang diimpor dalam bentuk terurai atau completely knock down (CKD) dan diproduksi di Indonesia, produk-produk itu dikenakan PPnBM 10 persen.

"Ya, memang ada wacana itu. Tapi belum dibahas sama tim tarif dan masih belum ada keputusan apa pun. Saya saja belum bertemu dengan Anggito (Abimanyu, Kepala Tim Tarif) dan Budi (Darmadi, Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika)," ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady, akhir pekan lalu.

Edy menjelaskan, pengenaan PPnBM dilakukan semata-mata untuk menyehatkan pasar sehingga konsumsi bisa dialihkan ke hal yang lebih produktif. Nah, jenis pajak ini lebih dikenakan untuk mengontrol di proses produksi hilir. "Kalau di hulu, kami (pemerintah) sudah memberikan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, seperti BM-DTP (bea masuk ditanggung pemerintah), PPh-DTP (pajak penghasilan), dan sebagainya," lanjut Edy.

Implementasi PPnBM difokuskan di luar produk otomotif unggulan kita, seperti kendaraan niaga, mobil berkapasitas mesin di bawah 1.500cc, kendaraan kecil untuk penumpang, sepeda motor, dan komponen yang berorientasi ekspor.

Terkait hal ini, National Sales Manager PT KMI Freddyanto Basuki mengungkapkan kegembiraannya jika pemerintah bisa menerapkan PPnBM hanya 10 persen untuk produk otomotif CKD. Pasalnya, hal itu akan mampu meningkatkan daya saing produk nasional di pasar dalam negeri sendiri, mengingat derasnya produk impor dari negara lain.

"Kalau memang itu (PPnBM CKD hanya 10 persen) merupakan langkah yang bagus, kami sangat mendukung dan merupakan situasi positif bagi industri nasional" ungkap Freddy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau