OKI Kutuk Penerobosan Masjid Al-Aqsa Oleh Yahudi

Kompas.com - 29/09/2009, 10:04 WIB

JEDDAH, KOMPAS.com-Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Profesor Ekmeleddin Ihsanoglu mengutuk keras aksi penerobosan oleh ekstremis Yahudi dengan perlindungan pasukan pendudukan Israel ke halaman Masjid Al-Aqsa.

Ekstremis Yahudi memasuki tempat suci yang diberkahi Allah itu, kiblat pertama umat Muslim sebelum Makkah di Arab Saudi dan tujuan Isro Nabi Muhammad SAW, Minggu (27/9), sehingga memicu bentrokan dengan orang Palestina.

Seperti dilansir SPA-OANA, dalam siaran pers yang dikeluarkan di Jeddah, Ihsanoglu menyatakan peningkatan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari upaya pe-Yahudi-an, yang ditujukan kepada kota suci Al-Quds (Jerusalem) dan memancing kemarahan umat Muslim.

Ia memperingatkan mengenai konsekuensi berbahaya yang akan muncul akibat serangan besar semacam itu terhadap tempat suci umat Muslim. Sekretaris Jenderal OKI tersebut menyeru masyarakat internasional agar menekan Israel dan memaksanya agar mengakhiri pelanggarannya dan mematuhi ketentuan hukum internasional dan Konvensi Jenewa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau