Honda Vario Bermandikan Batu Permata

Kompas.com - 30/09/2009, 10:48 WIB

KOMPAS.com — Soal seni, Bali jangan dilawan, deh. Dalam memodifikasi motor, seperti dilakukan Bayu Santoso pada Honda Vario 2006, mereka tak cuma menonjolkan aliran low rider semata. Warna yang melaburi bodi mempunyai arti tersendiri. Kemudian, sekujur bodi dipenuhi ratusan batu permata.

Bayu memilih kelir ungu bukan lantaran ingin tampil mentereng. Warna tersebut punya filosofi. Kalau dalam bahasa Sanskerta, pria asal Bali ini menjelaskan, ungu mempunyai makna keberuntungan, kesempurnaan, dan keramahan pemiliknya.

Tak heran, modifikasi perpaduan elegan dan sporty yang dihasilkan Bayu begitu sempurna. Mulai dari depan sampai ke belakang (hampir 80 persen), motor ini menggunakan bahan fiber, seperti menyatu, dengan detail yang rapi. Termasuk lekukan-lekukan pada bodi, bagian itu dibuat futuristik dan dirancang ulang. Dengan begitu, bagian dari bodi standar sudah tidak tersisa.

Lampu depan, meski masih standar, rumahnya dibuat lebih meruncing dengan tameng yang sudah terpisah dari bodi. Adapun bagian belakang, agar kesan sporty kuat, maka dirancang ulang mirip MotoGP. Akibatnya, model jok pun berubah jadi single seater.

Berbagai komponen variasi untuk mendukung tampilan sporty pun dipasang. Ada suspensi depan model racing bikinan SRX Racing, yang dipadu rem cakram. Untuk handle, dipilih bikinan Yoshimura. Lalu, panel instrumen juga bernuansa sport.

Sementara itu, kesan elegan ditonjolkan Bayu pada bagian dek. "Dek bagian bawah dibuat tambahan sampai menutupi leher knalpot," ujar sang modifikator yang sehari-hari menggunakan Honda Vario ini ke kantor. Untuk mencegah fiber bagian bawah tidak pecah akibat benturan benda keras, maka bagian itu dilapisi pelat.

Selain kelir, yang mengundang perhatian pada tampilan Vario ini adalah taburan batu permata di sekujur bodi. Jumlahnya tidak kepalang tanggung, yakni 450 butir. Jumlah ini wajar karena jarak antar-batu permata 10 cm. Sampai setang dan sadel pun ditempeli batu permata. (Belo)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau