Usir Morning Sickness dengan Tusuk Jarum

Kompas.com - 30/09/2009, 13:08 WIB

KOMPAS.com - Mual dan muntah di awal kehamilan lazim dialami oleh ibu hamil. Hal ini terjadi akibat peningkatan kadar homron estrogen serta perubahan kadar HCG (human chorionic gonadotropin) yang berfungsi menjaga kantong kehamilan tetap melekat di dinding rahim.

Meski mual dan muntah atau biasa disebut gejala morning sickness ini tak bisa dicegah, namun gejalanya bisa dikurangi. Salah satu caranya adalah dengan metode akupuntur atau tusuk jarum.

Manfaat akupuntur untuk ibu hamil juga telah dibuktikan oleh para peneliti dari Australia's Women's and Children's Hospital dan Universitas Adelaide departemen obstetric dan ginekologi. Para peneliti melakukan ujicoba terhadap 593 wanita yang sedang hamil dengan usia kurang dari 14 minggu dan mengalami morning sickness.

Para relawan menerima metode tusuk jarum dalam setiap sesi yang berlangsung 20 menit selama empat minggu. Akupuntur yang diberikan bertujuan untuk menstimulasi titik-titik di bagian bawah lengan dan perut yang berkaitan dengan gejala mual dan muntah.

Hasilnya, baru dua minggu berjalan, para responden mengaku gejala mual dan muntahnya sudah banyak berkurang. Metode akupuntur ini kemudian dilanjutkan hingga minggu ke-empat. Penelitian ini disebut sebagai studi pertama yang bersifat komperhensif dalam menilai manfaat akupuntur untuk mengatasi keluhan ibu hamil di trisemester pertama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau