JAKARTA, KOMPAS.com — Tim rekomendasi calon pelaksana tugas pimpinan KPK atau Tim Lima yang dipimpin Menkopolhukam Widodo AS telah mengantongi tiga nama yang akan direkomendasikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono besok, Kamis (1/10).
"Alhamdullilah... semalam sudah rapat menetapkan tiga nama," ucap salah satu anggota tim, Adnan Buyung Nasution, di Kantor Dephuk dan HAM, Jakarta, Rabu (30/9). Adnan mengatakan, tim lima hari ini kembali menggelar rapat untuk menyelesaikan tiga nama tersebut. Jika tidak ada perubahan, tim akan langsung menandatangani rekomendasi tiga nama itu hari ini.
Menurutnya, satu nama calon berasal dari internal KPK, baik yang saat ini masih aktif dalam KPK, mantan pimpinan KPK, maupun orang-orang yang tidak lolos seleksi Panitia Seleksi pimpinan KPK pada periode pertama dan kedua.
Selain orang dalam KPK, ungkap Adnan, seorang calon diambil dari akademisi. Seorang lagi ia menolak menjelaskan. "Yang jelas dari luar dilihat track record, komitmen pada pemberantasan korupsi," ucap dia.
Ketika ditanya apakah calon pimpinan sementara ada yang berasal dari Kepolisian atau Kejaksaan, ia memastikan tidak ada. "Kami tidak mau ambil. Sebaik mungkin orang segar, belum terkontaminasi pro kontra," kata dia.
Adnan menjelaskan, tim sudah menghubungi seluruh calon dan para calon telah menyatakan siap memimpin KPK. Tim akan meminta kesediaan ketiga calon secara tertulis. "Sampai hari ini kita jaga (nama calon) jangan sampai masuk angin. Ada yang garap, takut-takutin. Sebelumnya ada beberapa yang khawatir dikriminalisasikan seperti nasib Chandra dan Bibit. Kita telah yakinkan jangan takut," jelas dia.
Tim lima, kata Adnan, akan bertemu dengan Presiden SBY besok di Istana sekaligus akan mengumumkan tiga nama tersebut kepada publik.
Dalam kesempatan sama, Adnan mengatakan, hari ini tim juga akan menerima serikat pekerja KPK di Dephuk dan HAM. "Orang-orang KPK ingin curhat. Dua pimpinan kan sudah kemarin," jelas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang