Tim Lima Telah Kantongi Tiga Nama Calon Pimpinan KPK

Kompas.com - 30/09/2009, 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim rekomendasi calon pelaksana tugas pimpinan KPK atau Tim Lima yang dipimpin Menkopolhukam Widodo AS telah mengantongi tiga nama yang akan direkomendasikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono besok, Kamis (1/10).

"Alhamdullilah... semalam sudah rapat menetapkan tiga nama," ucap salah satu anggota tim, Adnan Buyung Nasution, di Kantor Dephuk dan HAM, Jakarta, Rabu (30/9). Adnan mengatakan, tim lima hari ini kembali menggelar rapat untuk menyelesaikan tiga nama tersebut. Jika tidak ada perubahan, tim akan langsung menandatangani rekomendasi tiga nama itu hari ini.

Menurutnya, satu nama calon berasal dari internal KPK, baik yang saat ini masih aktif dalam KPK, mantan pimpinan KPK, maupun orang-orang yang tidak lolos seleksi Panitia Seleksi pimpinan KPK pada periode pertama dan kedua.

Selain orang dalam KPK, ungkap Adnan, seorang calon diambil dari akademisi. Seorang lagi ia menolak menjelaskan. "Yang jelas dari luar dilihat track record, komitmen pada pemberantasan korupsi," ucap dia.

Ketika ditanya apakah calon pimpinan sementara ada yang berasal dari Kepolisian atau Kejaksaan, ia memastikan tidak ada. "Kami tidak mau ambil. Sebaik mungkin orang segar, belum terkontaminasi pro kontra," kata dia.

Adnan menjelaskan, tim sudah menghubungi seluruh calon dan para calon telah menyatakan siap memimpin KPK. Tim akan meminta kesediaan ketiga calon secara tertulis. "Sampai hari ini kita jaga (nama calon) jangan sampai masuk angin. Ada yang garap, takut-takutin. Sebelumnya ada beberapa yang khawatir dikriminalisasikan seperti nasib Chandra dan Bibit. Kita telah yakinkan jangan takut," jelas dia.

Tim lima, kata Adnan, akan bertemu dengan Presiden SBY besok di Istana sekaligus akan mengumumkan tiga nama tersebut kepada publik.

Dalam kesempatan sama, Adnan mengatakan, hari ini tim juga akan menerima serikat pekerja KPK di Dephuk dan HAM. "Orang-orang KPK ingin curhat. Dua pimpinan kan sudah kemarin," jelas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau