Rekonstruksi Sekolah Diharapkan Selesai Februari 2010

Kompas.com - 30/09/2009, 19:06 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Rekonstruksi bangunan sekolah rusak akibat gempa di Jawa Barat ditargetkan selesai pada Februari 2010. Untuk sementara, kegiatan belajar-mengajar di sekolah yang hancur total bisa dilakukan di tenda-tenda darurat.

"Rekonstruksi yang dikelola oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) itu disanggupi selesai Februari 2010," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Wahyudin Zarkasyi ketika ditanya mengenai penanganan pascagempa di bidang pendidikan, Rabu (30/9), di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Namun menurutnya, tenggat waktu rekonstruksi yang akan dilakukan itu beragam. Sebab, pengelola dan mekanisme anggaran yang dilakukan berbeda-beda. Ada yang dilakukan oleh BNPB, Departemen Pendidikan Nasional, bahkan swasta.

Sementara itu, anggarannya ada yang disalurkan melalui dana alokasi khusus (DAK) maupun bantuan dari pemerintah pusat (Depdiknas) dan pemerintah provinsi. Untuk anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi diperkirakan mencapai Rp 30 miliar.

Berdasarkan data terbaru, total ruang kelas yang rusak berat di Jabar akibat gempa mencapai 3.054 buah. Menurut Wahyudin, kegiatan belajar-mengajar sementara sebaiknya dilakukan di ruangan yang masih tersisa dengan sistem shift. Jika bangunan sekolah hancur total, maka sarana umum bisa dimanfaatkan.

"Pemanfaatan tenda untuk sementara ini menjadi pilihan terakhir jika tidak lagi tersedia ruangan pengganti. Untuk tenda darurat ini, Departemen Sosial menjanjikan akan memberi 2.500 tenda, sementara dari UNICEF sebanyak 500 school box (tenda),"ungkapnya.

Hingga kemarin, baru sebagian peralatan tenda UNICEF yang sampai di Bandung. Pihak UNICEF Indonesia merilis, jumlah tenda yang telah sampai mencapai 89 buah. Pengiriman paket tenda hibah yang dilengkapi paket rekreasi untuk memulihkan trauma gempa anak itu sedikit terkendala larangan angkutan berat selama arus mudik Lebaran lalu.

"Kondisi akibat gempa di Jawa Barat sebetulnya tidak lebih parah daripada di Aceh dan Yogya. Untuk itu, kita tidak boleh manja dan harus tegar," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau