Ratusan Warga Padang Sidempuan Selamatkan Diri ke Masjid

Kompas.com - 30/09/2009, 23:33 WIB

MEDAN, KOMPAS.com  - Ratusan warga Sadabuan, Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, mencoba menyelamatkan diri ke masjid dan  daerah perbukitan ketika merasakan gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) yang melanda Sumatera Barat.

"Saya berusaha membawa dua anak saya mengungsi ke masjid karena  lokasi itu saya anggap paling aman saat terjadinya gempa," kata salah seorang warga Padang Sidempuan, Sulasti (40), ketika dihubungi dari Medan, Rabu malam.

Gempa berkekuatan 7,6 SR yang terjadi di Sumbar, pukul 17:16 WIB itu menelan korban puluhan jiwa, ribuan rumah hancur berantakan, sejumlah bangunan perkantoran dan pusat perbelanjaan juga rubuh, bahkan beberapa  jalan provinsi juga rusak.

Pusat gempa berada pada 0,84 Lintang Selatan (LS) dan 99,65 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 71 Km di dasar laut dan 57 Km arah Barat Daya Kota Pariaman, Sumbar.

Gempa yang cukup kuat itu tidak hanya dirasakan di Medan, Jambi,  Pekanbaru, Lampung, Bengkulu, tetapi juga di negara jiran Malaysia dan Singapura.

Sulasti mengaku membawa anak-anaknya ke rumah ibadah karena lokasi tersebut juga banyak didatangi warga.  Menurut dia, masjid merupakan tempat suci dan aman dijadikan  sebagai lokasi penampungan sementara bagi masyarakat.

"Apalagi, selama ini berdasarkan pengalaman saat terjadinya kebakaran dan musibah banjir serta gempa, masjid tetap aman dan selalu terhindar dari bencana," jelasnya.

Ia menambahkan, saat terjadi bencana ratusan warga juga  menyelamatkan diri ke perbukitan, karena mereka takut bangunan yang ada di kota itu akan rubuh.

"Kota Padang Sidempuan banyak memiliki bangunan tinggi berupa rumah dan toko, juga gedung perkantoran dan bangunan lainnya," kata Ningsih yang suaminya bekerja sebagai buruh perkebunan sawit.

Kota Padang Sidempuan yang juga disebut "kota salak" berlokasi sekitar 410 Km arah timur Kota Medan.


 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau