Kalla Disambut Calon-calon Pimpinan DPR

Kompas.com - 01/10/2009, 10:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada yang istimewa dalam momen sebelum pengambilan sumpah/janji anggota DPR dan DPD RI periode 2009-2014 pagi ini, Kamis (1/10). Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mewakili unsur pemerintah disambut oleh dua calon kuat pimpinan DPR RI, Marzuki Alie, yang diusung Demokrat untuk menjadi Ketua DPR dan Priyo Budi Santoso yang diusung Golkar untuk mengisi posisi Wakil Ketua DPR.

Keduanya menunggu kedatangan Kalla di depan lift di sisi kanan pintu Gedung Nusantara MPR/DPR RI. Marzuki dan Priyo tampak asyik bercengkerama. Sementara di sisi kanan mereka, turut menunggu pula anggota DPD terpilih dengan usia tertua Mudaffar Sjah dari Maluku Utara dan anggota DPD termuda Percha Leanpuri dari Sumatera Selatan.

Kalla datang sekitar sepuluh menit sebelum pukul 10.00. Kalla yang mengenakan setelan jas abu-abu tua datang didampingi oleh istrinya, Mufidah Kalla, yang mengenakan gamis berwarna kecoklatan. Selain Mufidah, dari dalam lift tampak pula Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary mendampingi Kalla.

Kalla sempat melambaikan tangan kepada media sebelum masuk ke dalam Gedung Nusantara. Pagi ini, Kalla akan mengikuti prosesi pengambilan sumpah/janji anggota Dewan yang baru. Sementara itu, Presiden SBY tak hadir karena masih berada dalam perjalanan kembali dari Amerika Serikat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau