JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Eminent Persons Group (EPG) Indonesia-Malaysia. Musni Umar meminta agar Kedutaan Besar Republik Indonesia menyelidiki penyebab banyaknya warga negara Indonesia (WNI) neninggal di Malaysia.
"Kedutaan Besar RI di Malaysia, perlu menyelidiki mengapa banyak WNI di Malaysia yang meninggal dunia. Apakah meninggalnya mereka itu wajar atau karena ada faktor lain," ujarnya di Jakarta, Kamis (1/10).
Hasil penyelidikan itu penting diinformasikan kepada masyarakat Indonesia supaya paham duduk persoalan yang sebenarnya, agar tidak timbul prasangka buruk yang bisa mengganggu hubungan baik kedua negara jiran.
"Berita yang menyebutkan bahwa setiap hari satu WNI meninggal di Malaysia di harian Kompas (30/9), dapat menimbulkan salah paham dan salah persepsi jika tidak dijelaskan dengan sejelas-jelasnya, penyebab mereka meninggal dunia," ujarnya.
Logika sederhana bisa dipandang wajar jika setiap hari ada WNI yang meninggal dunia di Malaysia, karena jumlah WNI di negara itu besar sekitar 2,2 juta orang. WNI di negeri jiran itu, lebih besar jumlahnya dibanding penduduk provinsi Gorontalo atau provinsi Sulawesi Barat. Bahkan hampir sama jumlahnya dengan penduduk provinsi Sulawesi Tenggara.
Oleh karena itu, jika setiap hari ada yang meninggal dunia, mungkin bisa dipahami. "Walaupun begitu, sangat perlu diselidiki penyebabnya, supaya tidak timbul salah pengertian, yang mengganggu hubungan harmonis kedua negara," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang