Banyak WNI Meninggal di Malaysia. Tolong Selidiki Dong, Pak Dubes...

Kompas.com - 01/10/2009, 23:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Juru Bicara Eminent Persons Group (EPG) Indonesia-Malaysia. Musni Umar meminta agar Kedutaan Besar Republik Indonesia menyelidiki  penyebab banyaknya warga negara Indonesia (WNI) neninggal di Malaysia.

"Kedutaan Besar RI di Malaysia, perlu menyelidiki mengapa banyak WNI di Malaysia yang meninggal dunia. Apakah meninggalnya mereka itu wajar atau karena ada faktor lain," ujarnya di Jakarta, Kamis (1/10).

Hasil penyelidikan itu penting diinformasikan kepada masyarakat Indonesia supaya paham duduk persoalan yang sebenarnya, agar tidak timbul prasangka buruk yang bisa mengganggu hubungan baik kedua negara jiran. 

"Berita yang menyebutkan bahwa setiap hari satu WNI meninggal di Malaysia di harian Kompas (30/9), dapat menimbulkan salah paham dan salah persepsi jika tidak dijelaskan dengan sejelas-jelasnya, penyebab mereka meninggal dunia," ujarnya.

Logika sederhana bisa dipandang wajar jika setiap hari ada WNI yang meninggal dunia di Malaysia, karena jumlah WNI di negara itu besar sekitar 2,2 juta orang. WNI di negeri jiran itu, lebih besar jumlahnya dibanding penduduk provinsi Gorontalo atau provinsi Sulawesi Barat. Bahkan hampir sama jumlahnya dengan penduduk provinsi Sulawesi Tenggara. 

Oleh karena itu, jika setiap hari ada yang meninggal dunia, mungkin bisa dipahami. "Walaupun begitu, sangat perlu diselidiki penyebabnya, supaya tidak timbul salah pengertian, yang mengganggu hubungan harmonis kedua negara," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau