Topan Baru yang Lebih Dahsyat Ancam Filipina

Kompas.com - 02/10/2009, 12:25 WIB

MANILA, KOMPAS.com Filipina seakan tak henti dirundung duka. Setelah topan Ketsana yang menewaskan sedikitnya 300 orang pekan lalu, kini topan baru yang lebih besar mengancam negeri itu.

Pemerintah Filipina, Jumat (2/10), memerintahkan evakuasi terhadap penduduk yang tinggal di dataran rendah di kawasan pesisir. Topan Parma—kini berada sekitar 270 kilometer di timur Pulau Catanduanes—sedang menguat dan bergerak ke arah barat laut menuju Filipina dengan membawa hujan lebat.

Topan itu diperkirakan akan menerjang bagian timur laut Provinsi Aurora dan Isabel di Pulau Luzon, Sabtu (tepat seminggu setelah Ketsana). Kawasan yang akan diterjang topan itu umumnya pegunungan dan tidak berpenduduk padat. Namun, Parma dapat membawa hujan deras di wilayah itu selama dua hari, dan hal itu akan menyebabkan kondisi di Manila dan sekitarnya menjadi lebih buruk.

"Kami khawatir dengan dampak hujan yang berlebihan karena akan menyebabkan permukaan air sungai kembali naik," kata Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro dalam siaran televisi. Teodoro, yang juga Kepala Lembaga Koordinasi Bencana Nasional, telah menyiagakan tentara dan polisi serta meminta lembaga-lembaga sipil untuk menyediakan persediaan makanan, air, obat-obatan, bahan bakar, dan berbagai perlengkapan lainnya.

Lembaga cuaca setempat mengatakan, kekuatan angin di pusat topan Parma mencapai 140 kilometer per jam. Topan itu diprediksi akan menjadi topan terkuat yang pernah menghantam Filipina sejak 2006. "Masih sangat mungkin bahwa kami akan menaikkannya ke skala 4 ketika topan itu mendekati bagian utara Luzon," kata Prisco Nilo, Kepala Lembaga Cuaca Filipina.

Pada skala 4, rumah tinggal dan gedung-gedung komersial mungkin akan rusak parah, pohon besar tercabut, serta listrik dan saluran komunikasi akan diputus.

Filipina sering diterjang topan. Topan-topan itu biasanya terus begerak ke Vietnam, China, atau Taiwan sebelum akhirnya melemah di daratan. Topan Ketsana, misalnya, dari Filipina bergerak ke Vietnam, lalu Kamboja. Sedikitnya 400 orang tewas di tiga negara itu akibat Ketsana.

Ketsana juga telah menyebabkan ribuan orang kehilangan rumah di dan sekitar Manila. Kawasan sekitar sebuah danau di dekat Manila sampai kini masih terendam air dua hingga tiga meter. Total kerugian material di bidang pertanian, infrastruktur, dan properti akibat Ketsana ditaksir senilai 108 juta dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau