Dewan Pers: KPK Senasib dengan Media Nasional

Kompas.com - 02/10/2009, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sama dengan nasib media nasional.

Dalam menjalankan tugasnya mengungkap kasus korupsi, kedua institusi itu sering mengalami tindakan kriminalisasi. Padahal, dua lembaga tersebut menjadi harapan untuk membela rakyat memerangi korupsi yang marak terjadi di Indonesia.

Leo Batubara, anggota Dewan Pers mengatakan, saat ini terdapat lima Undang-Undang (UU) yang dapat memenjarakan wartawan dengan ancaman hukuman selama 6 tahun penjara. Pada zaman Belanda, hukuman kepada wartawan hanya selama 1 tahun 2 bulan.

KPK juga mengalami pembatasan kewenangan dan kriminlisasi. Selain itu hak-hak KPK di DPR pun dikerdilkan.

"KPK dan wartawan itu sering dikriminalkan. Hak-hak KPK di DPR juga dikurangi. Itulah mengapa nasib KPK sama dengan wartawan," ujar Leo Batubara, anggota Dewan Pers Di Gedung Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (2/10).

Leo mempertanyakan alasan sejumlah penyelenggara negara yang justru tidak mendukung langkah-langkah yang sedang dilakukan KPK dan pers nasional.

"Kami mempertanyakan kenapa sejumlah penyelengara negara justru bersebrangan. Mereka memperlemah pers nasional dan KPK," ucapnya.

Hal tersebut, kata Leo, tidak dapat dibiarkan. Pers nasional akan tetap mendukung KPK dalam rangka memerangi tindakan korupsi yang ada. Pers dan KPK harus bekerja sama agar tindak korupsi tidak semakin merajalela di Indonesia.

"Dalam badai ini banyak pihak yang ingin meninggalkan KPK, tapi ternyata banyak juga yang mendukung KPK, salah satunya media," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau