Mungkinkah Vagina Terlalu Sempit untuk Penis?

Kompas.com - 06/10/2009, 10:40 WIB

KOMPAS.com - Dalam dua bulan, seorang wanita hanya merasakan hubungan seks dua kali, dan dalam kedua kesempatan tersebut ia terpaksa menyeringai kesakitan. Memang pasangannya memiliki ukuran alat kelamin yang cukup besar. Hal ini ternyata tidak ditanggapi dengan antusias oleh wanita ini, karena ia merasa jangan-jangan ia tak bisa ML dengan pasangan karena penisnya mengalami kesulitan menembus vaginanya. Mungkinkah hal ini terjadi?

Menurut Dr Hilda Hutcherson, profesor klinis bidang obstetri dan ginekologi dari College of Physicians and Surgeons, Columbia University, vagina seharusnya mampu mengakomodasi segala ukuran penis. Namun wanita yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual kadang-kadang harus melakukan beberapa kali intercourse sampai akhirnya merasa nyaman dengan aktivitas tersebut, dan menikmatinya. "Saya sarankan Anda melakukan foreplay lebih lama untuk membiarkan tubuh 'memanas' dan siap untuk intercourse sebelum penetrasi. Gunakan cairan lubricant yang berbahan dasar air. Masukkan ke dalam vagina dan pada penis untuk memudahkan penis masuk," ujar Dr Hilda, yang juga penulis buku Pleasure: A Woman's Guide to Getting the Sex You Want, Need and Deserve.

Ia juga menyarankan agar wanita mengambil posisi woman-on-top untuk memungkinkan Anda memegang kontrol lebih banyak. Posisi lain yang bisa dicoba adalah menyamping, yang akan mengurangi kedalaman penetrasi dan mengurangi rasa sakitnya. Namun yang paling penting, menurut Dr Hilda, pastikan bahwa memang menginginkan sesi bercinta dengan pasangan. Jika Anda melakukannya dengan terpaksa, tubuh dan pikiran Anda akan sulit menjadi rileks, dan lebih besar kemungkinan hubungan seks menjadi kurang nyaman.

Ukuran rata-rata
Mengenai ukuran vagina sendiri, sebenarnya tidak ada standar dimensi mengenai bagian intim ini, karena ukuran vagina bervariasi antara satu wanita dengan yang lain. Alat kelamin wanita terdiri atas labia luar dan dalam, klitoris, dan vagina. Jika dilihat dari luar, bagian intim ini memang terlihat sangat berbeda antara milik wanita yang satu dengan lainnya. Namun, hal ini tidak berarti ada yang salah dengan alat kelamin Anda.

Ukuran vagina juga akan bisa berbeda tergantung dari cara membangkitkan gairah seksualnya. Secara rata-rata, panjang vagina berkisar antara 7,6 - 10 cm, dan dapat meningkat hingga 12,7 - 15,2 cm saat dirangsang. Lebar vagina rata-rata dalam kondisi rileks kurang dari 2,5 cm, dan meningkat menjadi 2,5 - 5 cm saat dirangsang.

Perlu Anda ketahui, vagina sangat elastis, dan memiliki kemampuan untuk meregang. Hal inilah yang memungkinkan wanita untuk mengakomodasi segala ukuran penis, dan bahkan ukuran bayi, saat melahirkan.

Beberapa wanita memang mengkhawatirkan bahwa vagina mereka terlalu sempit, yang menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual. Rasa sakit ini menyebabkan ia tak mampu melakukan intercourse, dan pada kasus lain membuatnya sulit menyelipkan tampon.

Namun bila rasa sakit itu bukan ditimbulkan oleh kurangnya cairan lubrikasi (atau dengan kata lain kurang lama melakukan foreplay), kemungkinan yang terjadi adalah vaginismus. Kondisi ini terjadi ketika otot-otot vagina tanpa sengaja menciut selama hubungan seks berlangsung. Vagina yang terasa sempit juga bisa disebabkan oleh bentuk vagina yang menimbulkan sensasi rasa sempit.

Jika Anda mengalami vaginismus, Anda bisa menerapkan beberapa teknik yang memungkinkan penetrasi  dan kenikmatan seksual meningkat. Namun jika Anda tetap menganggap vagina yang sempit adalah penyebabnya, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter saja untuk menemukan apa penyebabnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau