Mas Achmad Santosa Enggan Jadi Pimpinan Permanen

Kompas.com - 06/10/2009, 17:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mas Achmad Santosa, pelaksana tugas (Plt) sementara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku enggan untuk menjadi pimpinan permanen di tubuh KPK. Menjadi pimpinan sementara sudah cukup bagi pria yang biasa disapa Ota ini.

"Saya mengatakan tidak mau menjadi pimpinan permanen dan saya juga tidak mau melamar," ucapnya di Menara Thamrin, Selasa (6/10).

Mas Achmad Santosa menjadi pimpinan sementara KPK, menggantikan posisi Chandra Hamzah yang saat ini tengah tersandung kasus penyalahgunaan wewenang.

Oleh karena itu, Ota siap meninggalkan jabatan jika Chandra Hamzah dinyatakan tidak bersalah oleh pihak kepolisian. "Kalau terbukti tidak bersalah, besok setelah dilantik enggak salah saya keluar," ujarnya.

"Saya ini kan Plt sementara bahkan bisa kurang dari 6 bulan menggantikan Pak Chandra kalau tidak ada bukti untuk ditingkatkan statusnya menjadi terdakwa maka Pak Chandra harus kembali dan saya harus turun," tambah dia.

Sebelumnya, pimpinan KPK Muhammad Jasin mengatakan, dalam penjelasan Tim Lima, pimpinan sementara akan menempati posisinya maksimal sembilan bulan. Setelah itu, pemerintah akan membentuk tim seleksi untuk memilih pimpinan sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No 30 Tahun 2002.

"Maka seandainya Pak Bibit dan Pak Chandra dinyatakan tidak bersalah dan direhabilitasi, maka yang menggantikan tugasnya harus rela dan legowo menjalankan tugasnya," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau