PEKANBARU, KOMPAS.com — Di antara tiga kandidat calon ketua umum Partai Golkar, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto terbilang yang paling "kalem". Ketika calon lain sibuk melakukan klaim berada pada posisi aman, Tommy tetap adem ayem. Dukungan kepada putra mantan Presiden Soeharto itu diprediksi tak signifikan.
Tim sukses Tommy, Irsyad Sudiro, mengakui, jagoannya baru mengantongi 30-50 suara. Jumlah ini masih cukup jauh dari syarat minimal dukungan untuk maju dalam putaran kedua pemilihan ketua umum. Sesuai tata tertib, setiap calon minimal mengantongi dukungan 30 persen dari total 538 suara atau setara dengan 165 suara. "Kami memang tidak bisa memprediksi apakah Mas Tommy bisa memenuhi kuantitatif 30 persen. Sejauh ini baru 30-50 dukungan," kata Irsyad kepada Kompas.com, Rabu (7/10) pagi.
Meski masih minim dukungan, dalam perbincangan hingga dini hari tadi, Tommy menyatakan tak akan mundur. "Mas Tommy mengatakan pada saya akan maju terus walau kalah. Dia akan tetap mencalonkan diri," ujarnya.
Tim Tommy saat ini tengah mempersiapkan berkas-berkas untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum, sore nanti. "Dengan kondisi DPD yang sudah dibanjiri uang secara jorjoran, dukungan memang susah diprediksi. Mas Tommy, meski kuat secara finansial, memang tidak mau jorjoran kecuali komitmen untuk membantu program di DPD-DPD," kata Irsyad.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang