PEKANBARU, KOMPAS.com — Teriakan "huuu" terdengar begitu keras ketika anggota Dewan Formatur, Ridwan Bae, membacakan nama Rizal Mallarangeng sebagai salah satu pengurus DPP Partai Golkar pada musyawarah nasional di Pekanbaru, Riau, Kamis (8/10) malam. Tak jelas apa makna teriakan itu. Selama ini, Rizal memang tak pernah tercatat sebagai kader Golkar. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan alasannya menarik Rizal menjadi Ketua DPP Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan.
"Golkar ingin membuat sebuah lembaga kajian. Kemampuan dia sudah teruji. Karena itu saya ambil dia. Siapapun yang diambil, harus sesuai dengan orang yang memakai, dan saya ingin memakai kepandaian dia," kata Ical, seusai penutupan Munas Golkar, tadi malam.
Ungkapan ketidaksetujuan dari para kader yang sudah "berkeringat" di Golkar tak menjadi masalah baginya. "Kalau orang lain tidak setuju tidak masalah. Rizal Mallarangeng adalah orang yang saya pakai membangun Freedom Institute," kata dia.
Freedom Institute merupakan lembaga kajian yang didirikan keluarga Bakrie, dimana Rizal tercatat sebagai direktur eksekutif lembaga tersebut. "Saya yang meminta (Rizal), bukan dia yang minta ke saya," ujar Ical.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang