JAKARTA, KOMPAS.com — Negara asing yang ingin memberikan bantuan bagi korban serta penanganan pascagempa di Sumatera Barat harus menunggu Pemerintah Indonesia selesai berkoordinasi dan mengumpulkan seluruh data mengenai kerusakan yang diakibatkan gempa berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) tersebut.
Hal tersebut disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, terkait banyaknya tawaran rekonstruksi pascagempa Sumatera Barat. "Kami dari sisi pemerintah menyatakan apresiasi atas bantuan tersebut, tapi tentunya setelah kami selesai," kata Teuku Faizasyah di Jakarta, Jumat (9/10).
Setelah itu, kata dia, Pemerintah RI dapat memastikan seberapa besar partisipasi asing yang secara resmi akan membantu.
Faizasyah mengatakan, beberapa negara secara resmi telah menawarkan bantuannya. Namun, Faizasyah enggan menyebutkan nama-nama negara tersebut. "Kurang enak untuk disebutkan. Biar mereka yang mengumumkan daripada kami yang mengumumkan nanti kesannya kami minta-minta," katanya.
Lebih jauh Faizasyah mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Indonesia terus berupaya mengidentifikasi segala kebutuhan para korban. Ia juga mengakui, pemerintah mengalami kesulitan dalam penyaluran logistik ke daerah yang terputus akses transportasinya. Namun, pemerintah terus akan berusaha menyalurkan bantuan ke semua daerah.
"Sedang diupayakan agar bantuan diterima semua daerah termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang