New Karimun Estilo Makin Gaya dan Bertenaga

Kompas.com - 12/10/2009, 05:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Suzuki Indomobil Sales (SIS) hari ini memperkenalkan New Karimun Estilo kepada wartawan dengan langsung mengujicobakannya melalui rute Jakarta-Bandung selama dua hari, 12-13 Oktober.

Di negara asalnya, India, mobil ini dinamakan Suzuki Zein Estilo. Versi baru yang disebut juga “All-New Estilo” diluncurkan pada 25 Agustus lalu. Adapun di Indonesia mobil ini disebut “New Karimun Estilo”, versi kedua dari Karimun Estilo. Versi pertama mobil yang diimpor secara completely built-up (CBU) ini diluncurkan pada 20 Mei 2007.

Estilo (kata estilo berasal dari Spanyol yang berarti “gaya” atau “style”) juga disebut sebagai “van keluarga mini” di India. Pasalnya, mobil ini menggunakan desain dan monoform yang tinggi.

Eksterior. New Karimun Estilo tak hanya merupakan facelift agar wajahnya terlihat fresh. Akan tetapi, mesin ternyata juga diganti. Sosok baru Estilo terlihat pada gril depan, bumper depan, lampu kabut yang sekarang terintegrasi dengan bumper depan, serta sepatbor depan dan belakang.

Bila versi lama memiliki sepatbor yang rata, kini bagian itu dilengkapi dengan lengkungan sehingga tampil lebih gaya. Perubahan lain adalah pada tutup roda. Bumper depan juga tampil lebih dinamis, mengikuti gaya mobil-mobil zaman sekarang. Bumper depan dilengkapi kisi-kisi berbentuk trapesium.

Di belakang, desain bumper juga berubah. Namun, desain lampu kombinasi masih sama dengan versi sebelumnya, yaitu segitiga siku-siku dengan tiga segmen warna, merah, putih, dan merah.

Interior. Interior Estilo terbaru ini juga didandani dengan penampilan kombinasi warna beige/coklat. Cover jok dibuat timbul dengan desain geometrik. Area ini tampak lebih atraktif dengan tambahan aksentuasi silver pada konsol tengah, meter kombinasi, setir, grill AC, dan kepala tuas pemindah gigi. Panel instrumen menggunakan spidometer desain baru. Indikator bensin ditayangkan secara digital.

Mesin. Mesin diganti total. Kini Estilo menggunakan mesin K-Series (sebelumnya F10D). Kapasitas mesin baru ini lebih kecil, yaitu 998 cc, 3 silinder. Adapun sebelumnya 1.061 cc, 4 silinder.

Kendati demikian, kinerja mesin baru ini lebih hebat karena menggunakan teknologi DOHC. Klaim Maruti-Suzuki, tenaga yang dihasilkan 68 PS @6.200. Torsi juga naik (lihat tabel perbandingan). Lantas, dengan kombinasi transmisi baru, Maruti-Suzuki mengklaim konsumsi bahan bakar mobil ini 18,2 km/liter. Irit banget! Suara yang ditimbulkan mesin halus dan getarannya rendah. 

Mesin baru ini menggunakan crank shaft bermodel off-set. Tujuannya untuk memperoleh efisiensi volumetrik, meningkatkan tenaga dan efisiensi bahan bakar, serta supaya perbandingan kompresi tinggi. Saluran isap dibuat dari plastik dengan tujuan mengurangi berat dan kerugian isap.

Teknologi lain adalah pengapian tanpa distributor yang disebut Suzuki dengan Smart Distributor-less Ignition (SDLi). Dengan ini pula, koil langsung pada busi. Diinformasikan pula, injektor yang digunakan sekarang mampu menghasilkan pengabutan dengan lebih baik. Tak kalah menarik, di India, mesin K10B ini membutuhkan pergantian oli setiap 10.000 km. Hebat euy!

Transmisi. Transmisi yang digunakan adalah manual 5-percepatan, yang dioperasikan melalui kabel. Pengoperasiannya lebih halus dan cepat karena hambatan mekanisnya lebih rendah. Hal itu bisa diperoleh karena menggunakan detent pin pada pemindah gigi dan mekanisme pemilih gigi.

Pada mekanisme pemilih ini, proses kerjanya berubah dari geser menjadi gelinding. Inilah yang membuat hambatan berkurang. Di India, mobil ini dijual seharga 340.000 rupee atau jika dikonversi menjadi Rp 70 juta. Nah, sekarang ini di Indonesia, versi lama dijual seharga Rp 127,75 juta. Namun, menurut Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Endro Nugroho, harga New Karimun Estilo ini masih sama dengan yang lama.

Perbedaan Mesin Karimum Estilo Baru dan Lama

Item
Baru
Lama
Tipe
K10B
F10D
Jumlah silinder
3
4
Teknologi
DOHC, injeksi
SOHC,  injeksi
Kapasitas          cc
998
1.068
Tenaga maks. PS @ rpm
68 @6.200
65@6.200
Torsi maks. Nm@ rpm
90@3.500
84@3.500
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau