JAKARTA, KOMPAS.com - Fasilitas yang belum dimiliki rusun ini adalah air bersih, transportasi umum, sekolah, dan pasar. Sementara untuk listrik, hanya tiga blok yang telah dialiri listrik karena memang baru tiga blok ini yang telah dihuni. Rencananya, di kompleks rusun ini akan dibangun 38 blok, yang masing-masing terdiri atas 100 unit. Hingga kini telah selesai dibangun 26 blok, tetapi yang ditempati baru tiga blok, yakni Blok Bandeng, Bawal, dan Hiu. Ny Dewi, penghuni di Blok Bawal Lantai III, mengatakan, sejak tinggal di rusun ini, dia harus merogoh kocek lebih dalam. ”Setiap hari saya harus membeli air bersih untuk mandi dan cuci. Sebenarnya di rusun ada air sumur pompa, tetapi airnya sudah tercampur air laut,” kata Ny Dewi. Untuk keperluan sehari-hari, Ny Dewi menggunakan air kemasan untuk konsumsi dan air gerobak untuk mandi dan cuci. ”Untuk air gerobak, saya membeli Rp 10.000 per gerobak isi 4 kaleng. Satu kaleng isinya 20 liter,” katanya. Rusun ini sebenarnya cukup menarik karena terletak dekat dengan lokasi wisata pesisir, yakni Rumah Si Pitung, Masjid Al Alam, dan pantai publik Marunda. Namun, lokasi wisata ini belum menjadi nilai tambah bagi warga sekitar karena belum ditata dengan baik oleh pemerintah. Sementara kebutuhan pokok warga, seperti transportasi, sekolah, dan pasar, juga tak ada. Warga harus naik ojek ke luar kompleks untuk menemukan angkutan umum. Warga pun membayar lebih mahal untuk tinggal di daerah ini. Mengenai fasilitas yang minim ini, Kepala Sudin Perumahan Jakarta Utara Joko Dawoed mengakui, pihaknya saat ini sedang mengupayakan sejumlah perbaikan. ”Kami sedang mengupayakan untuk pemasangan listrik dan air di sejumlah blok yang belum dihuni. Kami juga terus berkoordinasi dengan unit terkait untuk melengkapi kebutuhan masyarakat lainnya,” ujarnya. Saat ini, sebagian besar penghuni Rusun Marunda berasal dari eks gusuran kolong tol yang difasilitasi pemerintah dengan mendapatkan tarif yang lebih murah dari harga umum, dari Rp 90.000 hingga Rp 350.000. Warga Jakarta yang ingin mendapatkan hunian di rusun ini, Joko mengatakan, tidak akan dipersulit. ”Kalau segala persyaratan telah dilengkapi, seperti memiliki KTP DKI, surat keterangan dari lurah setempat, dan mempunyai penghasilan tetap, bisa langsung mengajukan permohonan untuk mendapatkan hunian Rusun Marunda,” ujarnya.