Korut Bersiap Luncurkan Rudal Lagi

Kompas.com - 14/10/2009, 07:06 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara bersiap kembali meluncurkan sejumlah rudal jarak pendek. Laporan media Korea Selatan, Selasa (13/10), menyebutkan, peluncuran rudal itu kemungkinan dilakukan dari pesisir barat Korea Utara.

Kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya, melaporkan, Korea Utara (Korut) telah menembakkan lima rudal jarak pendek pada hari Senin dari pesisir timur negara itu. Peluncuran rudal itu bersamaan dengan datangnya kapal induk AS, USS George Washington, di lepas pantai Korsel.

Yonhap menyebutkan, rudal permukaan ke permukaan KN-02 ditembakkan dari luncuran bergerak dan bisa menjangkau hingga 120 kilometer. Dua rudal diluncurkan pada pagi hari dan tiga rudal diluncurkan pada sore hari.

”Ada indikasi bahwa Korut tengah bersiap meluncurkan rudal jarak pendek dari pesisir barat,” kata sumber itu.

Korut telah mengeluarkan peringatan bagi kapal-kapal untuk menjauh dari perairannya di siang hari pada 12-16 Oktober. Satuan Penjaga Pantai Jepang juga menerima peringatan akan adanya ”latihan peluncuran” pada siang dan malam hari hingga 25 Oktober di Laut Kuning.

Sementara itu, jaringan televisi Korsel, YTN, melaporkan, Korut telah mengumumkan zona tanpa pelayaran di perairan lepas pantai timur dan barat pada 10-20 Oktober.

Kementerian Luar Negeri Korsel, Selasa, menyatakan, peluncuran rudal oleh Korut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang uji coba rudal balistik dan mendesak agar Korut tidak mengulanginya.

Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama mengatakan, jika laporan mengenai peluncuran rudal Korut itu benar, hal itu sangat disayangkan.

Namun, China menilai peluncuran itu tidak akan berdampak besar terhadap upaya memulai kembali pembicaraan enam pihak mengenai nuklir Korut yang saat ini terhenti.

”Saya yakin (peluncuran) ini tidak akan memengaruhi tren menuju redanya ketegangan di Semenanjung Korea,” kata Ma Zhaoxu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Naikkan posisi tawar

Tidak lama setelah meluncurkan rudal, Korut menyatakan tetap bersedia mengadakan pembicaraan dengan Korsel tentang isu antarnegara dan mengindikasikan Korut tidak menutup pintu dialog. Kepada Perdana Menteri China Wen Jiabao saat berkunjung ke Korut pada pekan lalu, pemimpin Korut Kim Jong Il mengatakan bahwa pemerintahannya mungkin akan kembali ke pembicaraan enam pihak.

Analis menilai, peluncuran rudal itu dijadikan pengingat atas kemampuan Korut mengguncang keamanan regional dan alat untuk meningkatkan posisi tawar.

Koh Yu-hwan, pakar Korut pada Dongguk University, Seoul, mengatakan, peluncuran rudal tampaknya dimaksudkan untuk memamerkan kemampuan rudal yang bisa menaikkan posisi tawar Korut menjelang pembicaraan dengan AS dan anggota pembicaraan enam pihak lainnya.

”Pembicaraan bilateral, dan kemungkinan multilateral, dengan Korut segera tiba. Dan, Korut tengah memainkan semua kartunya sebelum pembicaraan itu terjadi,” kata Koh.

Yang Moo-jin, dosen University of North Korean Studies di Seoul, mengatakan hal serupa. ”(Peluncuran rudal) itu dimaksudkan untuk menaikkan posisi tawar dalam negosiasi mendatang dengan AS, bukan Korea Selatan,” ujarnya.

Washington telah menyatakan bersedia mengadakan pembicaraan bilateral dengan Korut demi membawa Korut kembali ke pembicaraan enam pihak. Selain Korut dan AS, pembicaraan itu juga melibatkan Korsel, Jepang, Rusia, dan China.(ap/afp/reuters/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau