MAGELANG, KOMPAS.com - Samini (65), warga kawasan hutan Gunung Potorono, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tewas diseruduk celeng atau babi hutan.
"Kemarin (13/10) sore kejadiannya, ketika korban pulang menjual jahe ke pedagang pengepul di dekat desanya, tadi malam jenazah dikuburkan," kata Camat Kajoran, Bambang Prasetyo Hariyadi, di Magelang, Rabu (14/10).
Korban yang warga Dusun Jombong, Desa Mangunrejo, Kajoran itu, sekitar pukul 17.00 WIB berjalan kaki di jalan dusun setempat setelah menjual jahe. Dia berpapasan dengan seekor celeng yang dalam keadaan luka di beberapa bagian tubuhnya.
Secara tiba-tiba, katanya, celeng itu menyerang dengan menyeruduk korban. Samini jatuh dan mengalami luka di bagian punggung serta kakinya. "Dia berteriak-teriak minta tolong," kata Bambang.
Kebetulan, katanya, seorang anaknya, Salamun, berada di dekat lokasi itu. Salamun lalu membawa korban ke puskesmas setempat untuk mendapat perawatan. Tapi, beberapa saat kemudian korban meninggal dunia. Petugas medis dari puskesmas setempat telah memeriksa korban.
"Korban luka serius di bagian punggung hingga paru-paru," katanya.
Bambang menjelaskan, tetangga korban kemudian menghubungi seorang pemburu di Dusun Karangsari, Desa Mangunrejo, Hendarto.
Pemburu itu dibantu puluhan warga dan delapan ekor anjing mengejar celeng hingga ke hutan setempat.
Mereka, katanya, menemukan celeng itu di pinggir hutan setempat lalu mengepung dan membunuh binatang liar yang diperkirakan seberat dua kuintal itu.
Beberapa jam sebelum celeng itu menyeruduk Samini, kata Bambang, binatang itu terlihat warga di Dusun Dalangan, Desa Krumpakan, tak jauh dari Jombong.
Warga Dalangan sempat memburu celeng itu dengan senjata hingga luka, tapi mereka tak berhasil menangkapnya karena kabur.
Hutan di kawasan Gunung Potorono, katanya, sebagai hutan lindung yang banyak hewan yang dilindungi negara, antara lain celeng, harimau, dan elang.
"Warga diminta selalu hati-hati menghadapi binatang-binatang itu," katanya.
Kepala Kepolisian Sektor Kajoran, AKP Edi Sugiyanto, membenarkan terjadinya peristiwa itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang