Duh, Nenek Tewas Diseruduk Celeng!

Kompas.com - 14/10/2009, 15:46 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Samini (65), warga kawasan hutan Gunung Potorono, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tewas diseruduk celeng atau babi hutan.

"Kemarin (13/10) sore kejadiannya, ketika korban pulang menjual jahe ke pedagang pengepul di dekat desanya, tadi malam jenazah dikuburkan," kata Camat Kajoran, Bambang Prasetyo Hariyadi, di Magelang, Rabu (14/10).

Korban yang warga Dusun Jombong, Desa Mangunrejo, Kajoran itu, sekitar pukul 17.00 WIB berjalan kaki di jalan dusun setempat setelah menjual jahe. Dia berpapasan dengan seekor celeng yang dalam keadaan luka di beberapa bagian tubuhnya.

Secara tiba-tiba, katanya, celeng itu menyerang dengan menyeruduk korban. Samini jatuh dan mengalami luka di bagian punggung serta kakinya. "Dia berteriak-teriak minta tolong," kata Bambang.

Kebetulan, katanya, seorang anaknya, Salamun, berada di dekat lokasi itu. Salamun lalu membawa korban ke puskesmas setempat untuk mendapat perawatan. Tapi, beberapa saat kemudian korban meninggal dunia. Petugas medis dari puskesmas setempat telah memeriksa korban.

"Korban luka serius di bagian punggung hingga paru-paru," katanya.

Bambang menjelaskan, tetangga korban kemudian menghubungi seorang pemburu di Dusun Karangsari, Desa Mangunrejo, Hendarto.

Pemburu itu dibantu puluhan warga dan delapan ekor anjing mengejar celeng hingga ke hutan setempat.

Mereka, katanya, menemukan celeng itu di pinggir hutan setempat lalu mengepung dan membunuh binatang liar yang diperkirakan seberat dua kuintal itu.

Beberapa jam sebelum celeng itu menyeruduk Samini, kata Bambang, binatang itu terlihat warga di Dusun Dalangan, Desa Krumpakan, tak jauh dari Jombong.

Warga Dalangan sempat memburu celeng itu dengan senjata hingga luka, tapi mereka tak berhasil menangkapnya karena kabur.

Hutan di kawasan Gunung Potorono, katanya, sebagai hutan lindung yang banyak hewan yang dilindungi negara, antara lain celeng, harimau, dan elang.

"Warga diminta selalu hati-hati menghadapi binatang-binatang itu," katanya.

Kepala Kepolisian Sektor Kajoran, AKP Edi Sugiyanto, membenarkan terjadinya peristiwa itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau