Indonesia Latih Palestina Berbisnis

Kompas.com - 15/10/2009, 10:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-Pemerintah Republik Indonesia mendukung terbentuknya negara berdaulat Palestina dengan memberi pelatihan pelaku usaha bagi negara sahabat itu sesegera mungkin, demikian Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan SDM KUMK Neddy Rafinaldi Halim di Jakarta, Kamis (15/10).

"Indonesia sudah berkomitmen untuk membantu pelatihan pembangunan karakter pelaku usaha," kata Neddy.

Pelatihan pertama akan dilaksanakan pada Juni 2010 bagi 40 pelaku usaha Palestina dan digelar di Jakarta, dengan menerjukan langsung tenaga pemberi materi latihan. "Kita sudah anggarkan pada program 2010 sampai 2014 untuk memberikan pelatihan pembangunan karakter pelaku usaha bagi Palestina di Indonesia," katanya.

Pembangunan karakter pelaku usaha dinilai mendesak untuk mempersiapkan generasi perintis pelaku usaha di Palestina yang rencananya dimulai pertengahan 2010 nanti dengan mengundang birokrat dan pelaku usaha negara itu.

"Proporsi yang kita usulkan untuk tahap pertama 10 orang dahulu, tiga dari kalangan birokrat dan tujuh pelaku usaha atau tokoh," katanya. Indonesia akan menanggung seluruh biaya pelatihan dan akomodasi peserta pelatihan, yang dianggarkan mencapai Rp 600 juta.

Indonesia telah lebih dulu melihat langsung kondisi ekonomi Palestina dimana pelaku usahanya selalu dihantui ketakutan berusaha karena konflik. Selama ini sebagian besar masyarakat di negeri itu hanya menjadi pekerja dari industri besar yang dikembangkan Israel termasuk industri alat berat dan persenjataan. "Di Palestina tidak ada sentra usaha yang berkembang sehingga nyaris tidak memiliki produk unggulan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau