Obligasi Adaro Rp 7,52 Triliun

Kompas.com - 17/10/2009, 03:13 WIB

Jakarta, Kompas - PT Adaro Indonesia berencana menerbitkan obligasi senilai 800 juta dollar AS, atau sekitar Rp 7,52 triliun. Dana dari penjualan obligasi berdenominasi dollar AS ini akan digunakan Adaro Indonesia untuk belanja modal dan keperluan korporasi lainnya.

Secara tidak langsung, semua saham Adaro Indonesia dimiliki oleh PT Adaro Energy Tbk. Menurut Director and Corporate Secretary Adaro Energy Andre J Mamuaya, Jumat (16/10), obligasi tersebut diterbitkan 22 Oktober 2009, dan jatuh tempo 22 Oktober 2019.

Tingkat suku bunga tetap yang ditawarkan 7,625 persen per tahun, dibayarkan setiap enam bulan sekali. Obligasi ini diterbitkan dalam denominasi 10.000 dollar AS dan sepenuhnya dijamin Adaro Energy.

Deputy Corporate Secretary Adaro Energy Devindra Ratzarwin menyatakan belum dapat memberi informasi rinci jaminan yang diberikan Adaro pada penerbitan obligasi ini, sampai 30 hari setelah periode semua transaksi selesai (black out).

”Kami terikat perjanjian dengan semua pihak yang terkait penerbitan obligasi ini, untuk tidak memberi keterangan rinci sampai 30 hari setelah periode black out berakhir,” katanya.

Obligasi itu akan dicatatkan di Bursa Singapura. Persetujuan prinsip pencatatan dan quotation Senior Notes telah diperoleh dari Singapore Exchange Securities Trading Limited.

Untuk keperluan penerbitan Senior Notes, Adaro Indonesia menunjuk Credit Suisse, DBS Bank Ltd dan UBS AG jadi Joint Bookrunners, sejenis penjamin pelaksana emisi dalam penerbitan surat berharga di Indonesia.

Adaro Energy adalah perusahaan tambang batu bara terbesar kedua di Indonesia setelah PT Bumi Resources Tbk. Tahun 2008, Adaro mencatat penjualan batu bara lebih dari 41 juta ton.

Bakrieland

Sementara itu, PT Bakrieland Development Tbk berencana memperpanjang masa beli balik saham perseroan (buy back) hingga Rp 510 miliar, atau 20 persen dari modal disetor per 31 Desember 2008, yang akan dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Perpanjangan masa beli balik saham ini dilakukan karena Bakrieland belum melakukan beli balik saham seperti yang pernah disampaikan sebelumnya.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Presiden Direktur Bakrieland Hiramsyah S Thaib mengatakan, 14 Juli 2009 pihaknya telah menyampaikan rencana beli balik saham perseroan. Namun, sampai akhir periode yang ditentukan, 14 Oktober, perseroan belum melakukan beli balik.

Menurut Hiramsyah, hal itu karena kondisi pasar modal dirasakan belum mendukung.

Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan, rencana beli balik saham itu hendaknya benar-benar direalisasikan. ”Pengumuman rencana pembelian kembali hendaknya jangan hanya untuk mengangkat harga saham di pasar,” kata Pardomuan.

Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan naik tipis 0,42 poin, atau 0,01 persen ke level 2.515,8. Indeks LQ45 melemah 0,07 poin atau 0,01 persen ke level 495,41 dan Indeks Kompas100 naik 0,15 poin atau 0,02 persen menjadi 612,32. (REI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau