KAIRO, KOMPAS.com - Mesir telah memulangkan sebagian besar tawanan Palestina kepada Hamas dan masih menahan hanya dalam sejumlah kecil di antaranya. 51 warga Palestina, yang sebagian besar ditangkap ketika ribuan orang menerobos tembok perbatasan yang membagi Mesir dan Jalur Gaza pada 2008, telah dipulangkan beberapa bulan lalu.
Hamas, kelompok Islam yang memerintah Gaza, awal pekan ini memperbaharui permintaan pada Mesir untuk membebaskan para tahanan Palestina, termasuk seorang komandan sayap militer gerakan itu, setelah saudara laki-laki jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri meninggal di dalam penjara. Menteri Dalam Negeri Mesir Habib el-Adli Kamis membantah tuduhan Hamas bahwa Yusef Abu Zuhri meninggal awal pekan ini karena penyiksaan, dan mengatakan faktor alami sebagai penyebab meninggalnya pria berusia 38 tahun itu.
Abu Zuhri ditangkap April di kota El-Arish, dekat perbatasan dengan Gaza, karena dicurigai masuk negara itu melalui sebuah terowongan penyelundupan. Kematiannya tiba pada saat kegentikan ketika Kairo berupaya untuk meyakinkan Hamas agar menandatangani perjanjian persatuan dengan saingannya kelompok Fatah dan untuk membebaskan seorang tentara Israel yang ditangkap sebagai pertukaran bagi lebih dari 1.000 tawanan Palestina di penjara-penjara Israel.
Beberapa kelompok hak asasi manusia mengatakan penyiksaan adalah rutin di Meir. Organisasi Mesir untuk Hak Asasi Manusia menyatakan dalam laporan tahun ini bahwa 17 warga Mesir telah tewas karena penganiayaan antara Juni 2008 dan Febrari 2009.