KUALA LUMPUR, KOMPAS.com-Polisi Malaysia telah menahan 18 warga Afganistan yang akan pergi ke Indonesia menggunakan perahu tua.
Kepala polisi laut Selangor Marzuki Ismail, Minggu (18/10), mengatakan polisi laut Malaysia yang sedang melakukan patroli laut antara Semenanjung Malaysia dengan Sumatera, Sabtu, memergoki pendatang tanpa izin dengan dua awak kapal warga Indonesia.
Kasus tersebut diduga merupakan kasus baru dengan melibatkan warga Irak, Pakistan, Sri Lanka, yang menggunakan Malaysia sebagai titik awal masuk Australia via Indonesia.
Sedikitnya 10 warga Afganistan ditahan, Sabtu, ketika memasuki Malaysia dengan paspor sah tetapi mencoba meninggalkan Malaysia secara ilegal.
Sebelumnya diberitakan bahwa Malaysia ikut memberi "subsidi" kepada rakyat Indonesia yang hidup di daerah perbatasan, karena banyak kebutuhan pokoknya mengalir dan dinikmati mereka dengan harga yang lebih murah.
"Bahan-bahan pokok seperti gula, beras, minyak goreng, tepung dan gas elpiji berasal dari Sarawak yang mengalir ke daerah perbatasan di Kalimantan Barat," kata kuasa KJRI Kuching Rafael Walangitan.
"Lihat saja di warung-warung makanan di perbatasan pasti mereka menggunakan gas elpiji produksi Petronas bukan gas elpiji Pertamina. Mungkin karena harga gas elpiji Petronas lebih murah dari Pertamina bagi masyarakat perbatasan di Kalimantan Barat," katanya.
"Tidak sedikit rakyat Indonesia di perbatasan mengisi bahan bakar mobil di Tebedu, Sarawak. Lihat saja, stasiun pengisian bensin terdekat adanya di Tebedu yakni milik Petronas," katanya.
Ketika harga minyak naik, Malaysia melarang rakyat negara lain beli minyaknya, hanya di perbatasan Sarawak dan Kalimantan Barat saja dikecualikan karena protes para pengusaha pompa bensin Malaysia akibat sepi pembeli.
Dengan demikian secara langsung Malaysia telah ikut memberikan subsidi pada rakyat Indonesia di perbatasan atas keperluan bahan-bahan pokoknya.
"Apalagi Sarawak ingin seperti Singapura. Mereka ingin menjadi pusat perdagangan. Bahan pokok yang diimpor dari China seperti beras dan gula kemudian hanya dikemas ulang bungkusnya kemudian diekspor ke Indonesia melalui Kalimantan Barat," katanya.
Karena itu, Malaysia sangat berkepentingan agar nilai perdagangan lintas Indonesia - Malaysia dinaikkan dari 600 ringgit per hari agar arus pedagangan lintas batas semakin besar.
Sementara arus barang dari Kalimantan Barat yang masuk ke Sarawak adalah sayur-sayuran, telur, dan kini mulai banyak ayam segar masuk dari Kalimantan Barat ke Sarawak.
Pertumbuhan ekonomi di Kuching Sarawak semakin pesat. Menurut gubernur Sarawak Abdul Taib Mahmud, pihaknya akan membangun kawasan industri di perbatasan, khusus barang elektronik dan kebutuhan tenaga kerjanya diharapkan dari Kalimantan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang