MILAN, KOMPAS.com — Pertemuan Real Madrid dan AC Milan dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (21/10), akan menampilkan dua penyerang top, Raul Gonzalez dan Filippo Inzaghi. Meski faktor usia membuat mereka mulai dilupakan, aksi mereka di lapangan membuktikan bahwa ketajaman mereka pantas diandalkan tim masing-masing.
Sebagai tuan rumah, nama Raul patut disebut lebih dulu. Selain itu, baru-baru ini Raul menjadi sorotan utama di Santiago Bernabeu. Bukan sekadar karena ia paling senior di Madrid, melainkan karena mampu memecahkan rekor baru.
Duel Real Madrid melawan Real Valladolid dalam lanjutan Divisi Primera, akhir pekan lalu, merupakan penampilan Raul yang ke-711 untuk Madrid. Ia pun mencatatkan diri sebagai pemain yang paling sering membela Madrid, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Manolo Sanchis yang telah tampil sebanyak 710 kali.
Tak cuma sekadar memecahkan rekor penampilan, Raul juga menorehkan dua gol yang berujung kemenangan 4-2 untuk Madrid. Gol itu menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga terbanyak dalam sejarah Divisi Primera dengan total 228 gol.
Catatan itu menunjukkan, meski sudah 32 tahun, Raul tetap menunjukkan dirinya sebagai sosok yang selalu pantas diandalkan bagi Madrid, seperti juga ketika ia masih muda.
Raul telah mengenakan kostum Madrid sejak 1994 silam atau saat berumur 17 tahun. Pada musim pertamanya, ia langsung membawa Madrid tampil sebagai jawara Divisi Primera. Namanya tambah melambung saat ia meraih penghargaan Don Balon untuk kategori pemain muda terbaik pada 1995.
Selama 15 tahun membela Madrid, ia telah memberikan kontribusi luar biasa bagi klub. Bersamanya, Madrid telah menjuarai enam trofi Divisi Primera, empat Piala Super Eropa, tiga gelar Liga Champions, dua Piala Interkontinental, dan satu Piala Super UEFA.
Pada musim ini, kedatangan penggawa "Los Galaticos Jilid II" sempat disebut akan mengancam posisinya. Namun, ia tetap menjaga komitmen dan dedikasinya kepada klub. Sering diturunkan sebagai pengganti, Raul mampu menorehkan tiga gol dan satu assist dalam tujuh laga Divisi Primera.
Di Liga Champions, Raul pun menujukkan kekuatannya. Ia menciptakan sebiji gol saat Madrid mencukur FC Zurich 5-2. Satu gol itu membawanya menempati posisi ketiga pencetak gol terbanyak Liga Champions dengan 66 gol.
Berbeda dari Raul, pamor Inzaghi agak meredup musim ini. Tentu hal itu tak lepas dari naik-turunnya penampilan Milan musim ini. Meski begitu, ia selalu berusaha menampilkan yang terbaik bagi timnya. Sepasang golnya ke gawang Marseille, Selasa (15/9), tidak cuma menyelamatkan Milan dari kekalahan, tetapi juga membuat Milan bisa menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Dengan dua gol itu, Inzaghi telah menorehkan 68 gol di Liga Champions. Itu membuatnya berhak menyandang status penyerang paling produktif di ajang nomor satu Eropa itu.
Inzaghi sudah membela Milan sejak 2001. Bersama Milan, ia telah meraih scudetto 2003-2004, trofi Liga Champions pada 2002-2003 dan 2006-2007, dan sejumlah trofi lain. Namun, pencapaian itu belum memuaskannya.
Dalam usia yang sudah 36 tahun, ia masih ingin memberikan yang terbaik bagi Milan. Ia berharap tampil sebagai starter saat duel versus Madrid, mencetak gol, dan pada akhirnya, Milan akan tampil sebagai pemenang. Ia ingin menjadikan pertandingan di Santiago Bernabeu nanti untuk menegaskan kebangkitan Milan dan menjawab segala kritik selama ini.
Secara pribadi, ia ingin mengukir rekor pribadi, yaitu mencicipi melawan Madrid dalam pertandingan resmi di Bernabeu dan berhadapan dengan Raul. Ini adalah dua hal yang belum pernah dirasakannya.
"Aku telah bermain di semua stadion terbaik di Eropa, tetapi tidak pernah di Bernabau. Aku tidak pernah bermain melawan Raul dan aku mendapat kesempatan untuk berhadapan dengannya di Stadion Bernabau. Yang paling utama adalah Milan memenangkan pertandingan dan pulang mengantongi tiga angka," ungkapnya. (FBI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang