SEMARANG, KOMPAS.com — Di Jawa Tengah, persyaratan Pemerintah Arab Saudi agar setiap calon anggota jemaah haji diberi vaksin flu A-H1N1 belum tertangani. Karena belum ada vaksin untuk jenis flu tersebut, calon anggota jemaah haji hanya akan diberi vaksin flu musiman dan vaksin meningitis atau radang otak.
"Kami masih menunggu kebijakan dari Departemen Kesehatan untuk penyelesaian masalah tersebut. Jika diperlukan, maka Depkes mungkin akan mengeluarkan semacam sertifikat untuk pemberian vaksin itu," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih, Selasa (20/10) di Kota Semarang.
Rustriningsih mengimbau agar calon anggota jemaah haji tidak panik. Demikian juga panitia penyelenggara ibadah haji, mereka diharapkan tetap menjalankan tugas, layaknya tidak terjadi masalah. Pemerintah pusat akan segera berkoordinasi dengan pemprov mengenai hal itu.
"Saat ini, semua calon anggota jemaah haji harus tetap mendapat vaksin flu musiman dan vaksin meningitis sebelum berangkat. Calon anggota jemaah haji dapat memperoleh vaksin itu di tingkat puskesmas di tiap kecamatan," ujar Rustriningsih.
Sebanyak 29.643 calon anggota jemaah haji akan diberangkatkan dari Jateng. Mereka nantinya juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan di asrama haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng Hartanto mengungkapkan hal serupa. Sementara menunggu keputusan dari Departemen Kesehatan mengenai vaksin H1N1, Pemprov Jateng tetap memeriksa kesehatan para calon anggota jemaah haji.
"Kami hanya dapat mengimbau calon anggota jemaah haji untuk pecegahan penularan flu H1N1 dengan menggunakan masker saat bepergian. Penyakit-penyakit yang diderita calon anggota jemaah haji dapat diseleksi sejak awal," paparnya.
Meski demikian, walaupun menderita penyakit tertentu, mereka tetap diperbolehkan berangkat, demikian juga untuk para lanjut usia. Mereka diperkenankan berangkat dengan pengawasan khusus.
"Berangkat untuk beribadah haji adalah hak seseorang. Kami tidak dapat melarang. Hanya untuk perempuan yang sedang mengandung yang tidak kami perbolehkan berangkat," kata Hartanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang