Jemaah Jateng Belum Divaksin H1N1

Kompas.com - 20/10/2009, 20:10 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Di Jawa Tengah, persyaratan Pemerintah Arab Saudi agar setiap calon anggota jemaah haji diberi vaksin flu A-H1N1 belum tertangani. Karena belum ada vaksin untuk jenis flu tersebut, calon anggota jemaah haji hanya akan diberi vaksin flu musiman dan vaksin meningitis atau radang otak.

"Kami masih menunggu kebijakan dari Departemen Kesehatan untuk penyelesaian masalah tersebut. Jika diperlukan, maka Depkes mungkin akan mengeluarkan semacam sertifikat untuk pemberian vaksin itu," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih, Selasa (20/10) di Kota Semarang.

Rustriningsih mengimbau agar calon anggota jemaah haji tidak panik. Demikian juga panitia penyelenggara ibadah haji, mereka diharapkan tetap menjalankan tugas, layaknya tidak terjadi masalah. Pemerintah pusat akan segera berkoordinasi dengan pemprov mengenai hal itu.

"Saat ini, semua calon anggota jemaah haji harus tetap mendapat vaksin flu musiman dan vaksin meningitis sebelum berangkat. Calon anggota jemaah haji dapat memperoleh vaksin itu di tingkat puskesmas di tiap kecamatan," ujar Rustriningsih.

Sebanyak 29.643 calon anggota jemaah haji akan diberangkatkan dari Jateng. Mereka nantinya juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan di asrama haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Hartanto mengungkapkan hal serupa. Sementara menunggu keputusan dari Departemen Kesehatan mengenai vaksin H1N1, Pemprov Jateng tetap memeriksa kesehatan para calon anggota jemaah haji.

"Kami hanya dapat mengimbau calon anggota jemaah haji untuk pecegahan penularan flu H1N1 dengan menggunakan masker saat bepergian. Penyakit-penyakit yang diderita calon anggota jemaah haji dapat diseleksi sejak awal," paparnya.

Meski demikian, walaupun menderita penyakit tertentu, mereka tetap diperbolehkan berangkat, demikian juga untuk para lanjut usia. Mereka diperkenankan berangkat dengan pengawasan khusus.

"Berangkat untuk beribadah haji adalah hak seseorang. Kami tidak dapat melarang. Hanya untuk perempuan yang sedang mengandung yang tidak kami perbolehkan berangkat," kata Hartanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau