Gamawan Fauzi: Pascagempa, Ekonomi Lebih Baik

Kompas.com - 20/10/2009, 21:02 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi memprediksi bahwa pascagempa 30 September, pertumbuhan ekonomi daerah ini bisa tumbuh lebih baik dari sebelum bencana.

"Kita optimistis, biasanya daerah pascabencana memiliki pertumbuhan ekonomi  lebih baik dibandingkan sebelum gempa, bahkan diprediksi tahun depan capai delapan persen," kata Gamawan Fauzi di kantor gubernuran, Selasa (20/10).

Gubernur menyebutkan, Pemprov Sumbar memprediksi bahwa pada 2009 pertumbuhan ekonomi Sumbar sedikit di bawah enam persen atau masih berada di atas nasional. Bahkan, di tingkat nasional yakin bahwa Sumbar pada 2010 bisa tembus pertumbuhan ekonomi delapan persen karena banyak tenaga kerja yang terserap di sektor pembangunan infrastruktur.

Meskipun pada pascagempa terdapat penambahan pengangguran, misalnya saja 1.000 orang, yang bekerja adalah 3.000 orang karena banyak yang membangun rumah, perhotelan, dan gedung-gedung pemerintahan.

Artinya, kata Gamawan, kompensasi akan besar dan bisa mencapai empat hingga lima kali lipat karena banyak pembangunan di sektor infrastruktur, yaitu jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya. 

Menyinggung masa pemulihan, Gamawan menyatakan bahwa prioritas pembangunan adalah sarana pendidikan dan sarana pelayanan kesehatan. "Kalau sekolah tidak mungkin siswa berlama-lama belajar di tenda, terkadang hujan dan panas. Maka itu menjadi skala prioritas, begitu juga sarana pelayanan kesehatan," katanya.

Menurut Gamawan, tahapan berikutnya adalah pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan irigasi sehingga jangan sampai mengganggu kelancaran pergerakan roda ekonomi masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau