SBY: Pro-Kontra Itu Wajar

Kompas.com - 21/10/2009, 23:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Di awal masa kepemimpinannya periode yang kedua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum merasa perlu mengganti tiga pejabat setingkat menteri, yakni Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala Polri.

"Mereka akan tetap menjalankan tugasnya sampai saya melakukan pergantian sesuai dengan undang-undang," kata Presiden SBY mengawali pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10) tadi.

Selain mempertahankan tiga pejabat penting itu, dalam waktu dekat Presiden SBY juga akan memilih Dewan Pertimbangan Presiden masa bakti 2009-2014 dan beberapa wakil menteri yang dipandang memiliki beban kerja yang berat.

Sayangnya, Presiden yang semula menyatakan akan mengumumkan di Departemen mana saja wakil menteri akan diadakan itu akhirnya tidak mengumumkannya. Pada pemerintahan periode 2004-2009, SBY telah menunjuk wakil menteri luar negeri yang saat ini dijabat oleh Triyono Wibowo.

Presiden menyadari, usai pengumuman susunan anggota KIB II ini, akan ada sikap pro dan kontra yang berkembang di masyarakat. Namun Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. "Itulah indahnya demokrasi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau