Sejumlah Warga Jambi Stres

Kompas.com - 22/10/2009, 02:07 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi, korban gempa bumi Kerinci berkekuatan 7.0 SR pada Kamis (1/10), kini mengalami tekanan mental atau stres karena masih trauma dengan gempa.
    
Selain stres, bahkan dilaporkan ada warga yang meninggal dunia karena rasa trauma dan takut yang berlebihan, kata Camat Jangkat Kartubi saat dikonfirmasi dari Jambi, Rabu (21/10).
    
Beberapa warga yang mengalami depresi akibat gempa ini antara lain tinggal di Desa Lubuk Mentilin, Dusun Tengah Muara Madras dan di Desa Renah Kemumu yang saat ini masih terisolasi, katanya. "Warga kami ada yang dilaporkan telah mengalami stres akibat gempa beberapa waktu lalu, bahkan ada laporan mantan Kepala Desa Lubuk Mentilin Sahari dilaporkan meninggal dunia akibat stres," ungkapnya.
    
Namun laporan ini belum dicek ke lapangan apakah benar warga yang meninggal dunia akibat trauma berat akibat gempa atau karena penyebab lain.
    
Camat Jangkat mengakui banyak laporan masuk kepadanya tentang warganya yang mengalami depresi berat akibat gempa ini, di antaranya warga tersebut bernama Sudirman Ali, Marausan yang merupakan warga Muara Madras dan ada lagi masyarakat Desa Renah Kemumu. Warga yang depresi itu telah dikirim ke RSUD Bangko untuk mendapat perawatan dan pertolongan medis.
    
Di tempat terpisah, Wakil Bupati Merangin Hasan Basri Harun yang sekaligus sebagai Ketua Harian Satkorlak Penanganan Bencana Merangin ketika dihubungi juga membenarkan adanya laporan ini.  Ia berharap agar warga bisa bersabar dan tabah dalam menjalani cobaan akibat gempa ini.
    
Pihak Pemkab Merangin, menurut Wabup akan terus menyalurkan bantuan yang terus berdatangan untuk warga Kecamatan Jangkat untuk meringankan beban para korban gempa. Namun demikian, secara umum aktivitas warga sudah kembali normal, mereka sudah melakukan aktivitas sehari-hari dan sebagian mulai memperbaiki rumahnya yang rusak akibat gempa yang terjadi pada pukul 08:42 WIB, Kamis (1/10) tersebut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau