JAMBI, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi, korban gempa bumi Kerinci berkekuatan 7.0 SR pada Kamis (1/10), kini mengalami tekanan mental atau stres karena masih trauma dengan gempa.
Selain stres, bahkan dilaporkan ada warga yang meninggal dunia karena rasa trauma dan takut yang berlebihan, kata Camat Jangkat Kartubi saat dikonfirmasi dari Jambi, Rabu (21/10).
Beberapa warga yang mengalami depresi akibat gempa ini antara lain tinggal di Desa Lubuk Mentilin, Dusun Tengah Muara Madras dan di Desa Renah Kemumu yang saat ini masih terisolasi, katanya. "Warga kami ada yang dilaporkan telah mengalami stres akibat gempa beberapa waktu lalu, bahkan ada laporan mantan Kepala Desa Lubuk Mentilin Sahari dilaporkan meninggal dunia akibat stres," ungkapnya.
Namun laporan ini belum dicek ke lapangan apakah benar warga yang meninggal dunia akibat trauma berat akibat gempa atau karena penyebab lain.
Camat Jangkat mengakui banyak laporan masuk kepadanya tentang warganya yang mengalami depresi berat akibat gempa ini, di antaranya warga tersebut bernama Sudirman Ali, Marausan yang merupakan warga Muara Madras dan ada lagi masyarakat Desa Renah Kemumu. Warga yang depresi itu telah dikirim ke RSUD Bangko untuk mendapat perawatan dan pertolongan medis.
Di tempat terpisah, Wakil Bupati Merangin Hasan Basri Harun yang sekaligus sebagai Ketua Harian Satkorlak Penanganan Bencana Merangin ketika dihubungi juga membenarkan adanya laporan ini. Ia berharap agar warga bisa bersabar dan tabah dalam menjalani cobaan akibat gempa ini.
Pihak Pemkab Merangin, menurut Wabup akan terus menyalurkan bantuan yang terus berdatangan untuk warga Kecamatan Jangkat untuk meringankan beban para korban gempa. Namun demikian, secara umum aktivitas warga sudah kembali normal, mereka sudah melakukan aktivitas sehari-hari dan sebagian mulai memperbaiki rumahnya yang rusak akibat gempa yang terjadi pada pukul 08:42 WIB, Kamis (1/10) tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang