Gamawan Fauzi Disambut Teriakan Histeris

Kompas.com - 22/10/2009, 05:04 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Para pejabat Sumatera Barat teriak histeris ketika nama Gamawan disebut Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Dalam Negeri, Rabu (21/10). Para pejabat ini nonton bareng seusai melaksanakan rapat koordinasi pembahasan masalah gempa yang terjadi di wilayah Sumatera Barat. Mereka sejenak melupakan masalah gempa.
    
Para pejabat itu ikut nonton bareng siaran televisi Metro TV yang secara langsung menyiarkan detik-detik pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu II, berita yang ditunggu oleh mereka, termasuk masyarakat Sumatera Barat.
    
Suasana meriah menyertai pengumuman menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Gubernuran (Posko Sakorlak PB Sumbar). Pekikan takbir pun berkumandang saat nama Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi disebut Presiden RI untuk menjadi Mendagri.
    
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi ditetapkan sebagai Mendagri oleh Presiden RI. "Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak para pejabat. Wali Kota Padang Fauzi Bahar adalah pejabat pertama yang mengucapkan "Allahu Akbar, Allahu Akbar" ketika nama Gamawan Fauzi disebut Presiden RI menjadi Mendagri.
    
Wakil Gubernur Marlis Rahman di Padang mengatakan, "Suatu kebanggan bagi kami karena empat orang asal Sumatera Barat di angkat jadi menteri oleh Presiden RI."
    
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu malam, mengumumkan 34 menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Dari jumlah itu, empat di antaranya adalah putra-putri terbaik asal Sumatera Barat. Empat orang asal Sumbar yang diangkat jadi menteri oleh Presiden RI adalah Gamawan Fauzi sebagai Mendagri, Tifatul Sembiring dipercaya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Patrialis Akbar menjadi Menteri Hukum dan HAM, serta Linda Agung Gumelar sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
    
Menurutnya, Gamawan Fauzi akan mampu melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Mendagri serta mengetahui dan memahami betul peran dan tugas seorang Mendagri.
    
Sementara itu, di tempat terpisah, Wali Kota Padang Fauzi Bahar juga sangat senang Gamawan Fauzi dipilih jadi Mendagri oleh Presiden RI. "Pak Gamawan tidak hanya seorang pamong berpengalaman, tapi juga memiliki pengalaman yang cukup baik di bidang pemerintahan," kata Fauzi Bahar di Padang.
    
Dia menambahkan, sosok Pak Gamawan Fauzi yang dikenal bersih dan sebagai salah satu pioner dalam pemberantasan korupsi juga dapat memunculkan harapan baru bagi terwujudnya kebangkitan politisi Minang di pentas nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau