Siang Ini, Presiden Lantik Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II

Kompas.com - 22/10/2009, 12:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden Boediono, dijadwalkan akan melantik 34 calon menteri yang akan bekerja pada Kabinet Indonesia Bersatu II, serta tiga pejabat tinggi negara, Kamis (22/10) pukul 13.30 di Istana Negara, Jakarta. Sebelumnya, kemarin, Presiden telah menetapkan ke-37 nama tersebut di hadapan para wartawan.

"Para anggota Kabinet Indonesia Bersatu kedua dan tiga pejabat tinggi ini saya harapkan bisa menjalankan tugasnya secara efektif sehingga program kerja kabinet lima tahun ke depan bisa tercapai," ujar SBY, kemarin.

Sebelumnya, ke-37 orang ini telah menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja ketika menghadap SBY dan Boediono di Puri Cikeas Indah, Bogor, akhir pekan lalu. Kontrak kinerja itu, antara lain, berisi mengenai sasaran dan target yang perlu dicapai oleh menteri terpilih selama periode 100 hari, satu tahun, hingga lima tahun. SBY sendiri telah menegaskan bahwa dirinya dapat melakukan evaluasi kinerja setiap saat.

Dari ke-37 nama tersebut, sekitar setengahnya berasal dari partai politik. Porsi terbesar didominasi Partai Demokrat, yang didirikan SBY, yaitu enam orang, diikuti PKS, sebanyak empat orang, Partai Golkar, sebanyak empat orang, Partai Amanat Nasional, sebanyak tiga orang, dan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa, masing-masing dua orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau