Presiden Ajak Gita Wiryawan ke KTT ASEAN

Kompas.com - 24/10/2009, 08:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun belum dilantik sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wiryawan, Sabtu (24/10) pagi, disertakan dalam rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke KTT ke-15 ASEAN di Hua Hin, Thailand. Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Senin (26/10) siang mendatang.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, sebelum keberangkatan rombongan Presiden Yudhoyono, Sabtu pagi di ruang VIP Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Gita memang sudah disertakan oleh Presiden untuk mendengar peluang investasi di kawasan ASEAN.

Pada saat pengumuman kabinet, nama Gita disebut bersama dua pejabat setingkat menteri yang akan dilantik pada Kamis (22/10), yaitu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto dan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Program Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto.

Namun, ternyata, meski sudah datang ke Istana Negara bersama keluarganya, Gita tidak dilantik. Esoknya, saat Sidang Kabinet pertama Kabinet Indonedia Bersatu II di Gedung Utama Setneg, Gita sempat masuk ruangan sidang. Akan tetapi, diminta untuk meninggalkan ruangan karena disebutkan protokoler dirinya belum dilantik.

"Selama ini, Gita memang sudah membantu Presiden di bidang ekonomi. Sekarang beliau ikut secara informal sebelum dilantik," jelas Dino.

Ditambahkan Dino, kemungkinan Gita baru akan dilantik dua pekan lagi bersama pelantikan Sekretaris Kabinet dan tiga calon wakil menteri lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Yudhoyono sempat mendapat hadiah ulang tahun dari Presiden Rusia berupa senapan khusus, yang disampaikan oleh Duta Besar Rusia di Jakarta, Alexander Ivanov.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau